Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Ketua Gemuruh NasDem Gorontalo Kecam Tempo, Ini Pembunuhan Karakter

20260415_142141
Ketua Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) DPW NasDem Provinsi Gorontalo.

Jurnalis:

Kabar Baru, Gorontalo – Ketua Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) DPW NasDem Provinsi Gorontalo, Rakhmatiyah Deu, melayangkan kecaman keras terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang mengangkat topik “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”. Menurutnya, narasi yang dibangun bukan lagi jurnalisme, melainkan upaya sistematis untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap partai.

“Kami sangat menyayangkan kebiadaban opini yang dibangun Tempo. Ini bukan lagi soal kebebasan pers, melainkan upaya merendahkan muruah perjuangan kami,” tegas Rakhmatiyah dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Rakhmatiyah membedah sejumlah poin yang dinilai sangat menyimpang dan merugikan. Pertama, soal penyematan label “PT” dan “Tbk” yang dianggap sebagai penghinaan terhadap nilai ideologi partai.

“Tempo mengabaikan struktur organisasi dan aspirasi daerah yang kami bangun dengan darah dan keringat, lalu menyederhanakannya seolah-olah ini hanya soal laba-rugi bisnis. Ini penghinaan bagi semangat Restorasi,” ujarnya geram.

Kedua, terkait narasi yang dinilai spekulatif tanpa bukti valid. Tuduhan mengenai “pertemuan rahasia” atau “rencana merger” disebutnya hanya khayalan yang dibungkus investigasi.

“Jurnalisme harus bicara fakta, bukan opini yang menghakimi. Jika hanya berdasar sumber anonim tanpa dokumen resmi, ini adalah opini subjektif demi menyudutkan kami,” tambahnya.

Ketiga, soal visualisasi atau karikatur pada sampul majalah yang mendistorsi wajah Ketua Umum, Surya Paloh. Hal ini dinilai sebagai bentuk pelecehan yang meninggalkan norma kesopanan dan objektivitas.

Terakhir, Rakhmatiyah menekankan dampak nyata yang dirasakan kader. Isu ini dikhawatirkan merusak psikologis kader di akar rumput serta mengancam elektabilitas partai di mata masyarakat.

“Kader kami gaduh karena fitnah ini. Masyarakat bisa termakan persepsi bahwa partai ini barang dagangan. Ini sangat jahat,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Rakhmatiyah menegaskan bahwa langkah hukum ke Dewan Pers dan aksi unjuk rasa adalah bentuk perlawanan.

“Kebebasan pers tidak berarti boleh menghalalkan segala cara. Kami tidak akan tinggal diam ketika harga diri partai kami diinjak-injak,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store