Kader Golkar PBD Minta Dugaan Persekusi Tak Dikaitkan dengan Ketua Golkar Septinus Lobat

Jurnalis: Latief
Kabar Baru, Sorong – Politisi Partai Golkar Papua Barat Daya, Jois Kambu, angkat bicara terkait pemberitaan dugaan intimidasi atau persekusi yang dinilai dapat berdampak pada karier politik Septinus Lobat di Partai Golkar.
Pernyataan tersebut merespons pemberitaan salah satu media online tertanggal 11 April 2026 yang mengutip pandangan akademisi terkait dugaan intimidasi.
Jois Kambu menegaskan, sebagai kader Partai Golkar, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga citra dan marwah partai di mata publik.
“Kami berkewajiban memberikan pandangan terhadap dinamika sosial politik yang bersentuhan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan Partai Golkar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang beredar di media, dugaan persekusi terjadi pada Senin, 6 April 2026, yang melibatkan pihak yang mengatasnamakan keluarga Septinus Lobat terhadap seorang advokat, Siti Zakinah Zakaria Umpain, di kediamannya.
Selanjutnya, pada 9 April 2026, peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polda Papua Barat Daya oleh korban bersama rekan-rekannya dari PERADI sebagai bentuk perlindungan terhadap profesi advokat.
“Dalam konteks ini, saya pikir sudah jelas. Upaya hukum yang dilakukan merupakan bagian dari mekanisme perlindungan profesi,” kata Jois.
Terkait penyebutan bahwa pelaku mengatasnamakan keluarga, Jois menilai hal tersebut perlu dilihat dalam konteks sosial budaya masyarakat Papua, di mana struktur kekerabatan seperti marga atau klan memiliki ikatan kuat.
Ia mengutip pandangan J.R. Mansoben mengenai karakter sosial orang Papua, di mana marga atau keret menjadi identitas penting dalam struktur sosial.
“Kalau melihat kejadian tersebut, kami berpandangan itu merupakan tindakan spontanitas dari pihak yang merasa bagian dari keluarga, tanpa ada arahan atau perintah dari Pak Septinus Lobat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jois menilai pandangan akademisi dalam pemberitaan tersebut merupakan hal yang sah dalam ruang publik.
Namun, ia menegaskan bahwa Partai Golkar Papua Barat Daya memandang peristiwa tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan Ketua Golkar Papua Barat Daya.
“Oleh karena itu, kami meminta agar kejadian ini tidak dipolitisasi dan tidak dikaitkan dengan Pak Septinus Lobat selaku Ketua Golkar Papua Barat Daya,” tegasnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

