Heboh! Usai Temui Pendemo Pro MBG, Ternyata Banyak Orang Dekat Bupati Pamekasan Punya Dapur SPPG

Jurnalis: Agung Wahyudi
Kabar Baru, Pamekasan – Benang kusut dan aroma tak sedap seketika merebak di balik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan. Hanya berselang sekejap setelah jajaran elite birokrasi daerah menemui ribuan massa demonstran, sebuah isu miring yang melibatkan lingkaran dalam kekuasaan mendadak bocor dan menghebohkan ruang publik.
Ironisnya, orang-orang dekat Bupati Pamekasan kini menghadapi tudingan serius mengenai dugaan kepemilikan dan pengondisian proyek dapur produksi MBG yang sarat akan kepentingan terselubung.
Gelombang polemik ini mencuat tepat setelah ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pamekasan Bangkit Bersama (AMPBB) memadati depan Kantor DPRD Kabupaten Pamekasan pada Kamis pagi (2/7/2026). Massa aksi yang didominasi oleh kalangan ibu-ibu, relawan, serta sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut menggelar aksi damai demi menyuarakan dukungan agar program nasional ini terus berlanjut.
Koordinator aksi, Khairul Kalam, dalam orasinya menegaskan bahwa program pemenuhan gizi tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat bawah secara nyata.
Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib itu mendapatkan sambutan hangat langsung dari Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman. Didampingi Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, Bupati secara terbuka mengapresiasi dukungan warga dan memuji efektivitas program yang terbukti ampuh menurunkan angka stunting di wilayah Pamekasan.
Kholilurrahman bahkan menegaskan komitmen penuh dirinya bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda untuk mengawal keberlanjutan pasokan makanan bergizi tersebut di Bumi Gerbang Salam.
Namun, di balik pernyataan manis bernada dukungan penuh dari sang bupati, fakta kontras justru beredar luas di jagat maya melalui unggahan akun TikTok @pamekasan_selalu. Publik dikejutkan oleh munculnya dugaan praktik kotor yang menyeret nama Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, yang kebetulan juga memegang posisi strategis sebagai Ketua Satgas MBG Pamekasan.
Tudingan miring tersebut membeberkan bahwa sang Wakil Bupati sekaligus orang kepercayaan instansi penanggung jawab program ini diduga kuat terlibat dalam lingkaran mafia anggaran, mulai dari praktik penerimaan suap, kongkalikong jual beli lokasi dapur produksi, hingga menjadi calo administrasi terselubung demi meloloskan kelompok tertentu.
Keterlibatan aktif Ketua Satgas MBG dalam dugaan monopoli dan komersialisasi jatah dapur asupan gizi ini sontak memicu mosi tidak percaya dari berbagai aktivis antikorupsi setempat. Publik menilai kepemilikan fasilitas dapur oleh lingkar dalam kekuasaan telah menodai tujuan mulia program kemanusiaan tersebut dan mengubahnya menjadi ajang bancakan politik.
Hingga berita ini naik cetak, pihak Wakil Bupati Pamekasan maupun jajaran Satgas MBG belum memberikan klarifikasi resmi terkait bocornya informasi transaksional yang kini memicu keresahan dan menjadi buah bibir masyarakat luas tersebut.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
