Demo di Depan Gedung KPK, Pemuda Madura Desak Periksa Haji Mukmin Terkait Rokok Ilegal

Jurnalis: Dian Annisa
Kabar Baru, Jakarta – Aksi unjuk rasa yang digelar Korps Muda Madura Bersatu (KMMB) di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi panggung kritik keras terhadap penanganan kasus rokok ilegal di Madura.
Mereka menilai, penegakan hukum selama ini belum menyentuh akar persoalan dan cenderung hanya menjerat pelaku lapis bawah sedangkan para bandar rokok ilegal diduga dibiarkan bebas.
Dalam pernyataan keterangannya, KMMB menuding adanya indikasi praktik mafia cukai yang berjalan sistematis dan terorganisir.
Mereka menilai, peredaran rokok ilegal bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kejahatan ekonomi yang berdampak besar terhadap kerugian negara sehingga menyebabkan kebocoran APBN.
“Ini bukan lagi soal pelanggaran biasa. Ada dugaan permainan besar, termasuk praktik ternak pita cukai yang harus dibongkar secara menyeluruh,” ujar Koordinator Aksi, Farisi Harel dalam orasinya dan dikutip Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Selasa (28/04/2026).
KMMB secara terbuka menyoroti nama Haji Mukmin asal Sumenep yang disebut layak diperiksa dalam pusaran dugaan tersebut.
Mereka mendesak agar aparat penegak hukum tidak ragu menelusuri keterlibatan pihak-pihak yang diduga memiliki peran strategis dalam jaringan rokok ilegal.
Menurut mereka, jika penanganan kasus hanya berhenti pada pelaku kecil, maka upaya pemberantasan tidak akan pernah tuntas. Justru, aktor utama akan tetap bebas menjalankan praktik serupa di balik lemahnya penindakan.
“Jangan hanya berani pada yang kecil. Kalau hukum mau dipercaya, bongkar sampai ke aktor utama,” tegas Farisi.
Selain itu, KMMB juga mendorong agar penyelidikan tidak berhenti pada aspek pelanggaran cukai semata.
Mereka meminta aparat turut menelusuri kemungkinan adanya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), terutama jika ditemukan aliran dana mencurigakan dari bisnis ilegal.
Desakan agar KPK turun langsung ke Sumenep juga menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut.
Aktivis menilai, wilayah Madura khususnya Sumenep perlu menjadi fokus penyelidikan karena diduga menjadi salah satu simpul penting dalam rantai distribusi rokok ilegal.
“Kalau KPK serius, buktikan dengan turun langsung ke Sumenep. Maka kami mengundang KPK untuk turun ke Sumenep Periksa semua pihak yang diduga terlibat, khususnya Haji Mukmin,” lanjutnya.
Aksi itu ditutup dengan peringatan bahwa publik akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. KMMB menegaskan tidak akan berhenti menyuarakan tuntutan selama penegakan hukum dinilai masih tebang pilih.
“Masyarakat sudah jenuh dengan penanganan setengah hati. Negara tidak boleh kalah oleh mafia rokok ilegal,” pungkasnya.
KMMB berharap, langkah tegas dan transparan dari aparat penegak hukum dapat memulihkan kepercayaan publik sekaligus memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan cukai di Indonesia.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

