Arif Gobel Perkenalkan Sepeda Bambu Temanggung di Ajang Jepang

Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar baru, Gorontalo– Produk inovasi Indonesia kembali diperkenalkan di panggung internasional. Muhammad Arif Gobel mempromosikan sepeda lipat berbahan bambu produksi Temanggung, Jawa Tengah, dalam rangkaian kegiatan Cycling Shimanami 2026 di Imabari, Prefektur Ehime, Jepang.
Arif menyampaikan bahwa produk lokal seperti sepeda bambu memiliki peluang untuk bersaing di pasar global, terutama karena menggunakan bahan ramah lingkungan.
“Ini karya anak bangsa yang harus kita dorong di pasar global. Ini produk unggulan karena ramah lingkungan dengan kualitas prima,” kata Arif, Senin (26/10/2026).
Promosi tersebut dilakukan setelah Arif mengikuti Cycling Shimanami 2026 pada Minggu (25/10/2026). Sehari sebelumnya, ia juga menyerahkan satu unit sepeda bambu kepada Gubernur Ehime, Tokihiro Nakamura, bersama Heru Santoso dan Singgih S. Kartono.
Singgih merupakan perancang sepeda bambu bermerek Spedagi. Pria asal Temanggung tersebut merupakan alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1986 dari jurusan Desain Seni Rupa. Selain mengembangkan sepeda bambu, ia pernah membuat radio berbahan kayu melalui kerja sama dengan Panasonic Gobel dan menjadi penggagas Pasar Papringan di Temanggung.
Sepeda Bambu Ikut Menempuh Rute 30 Kilometer
Selain penyerahan kepada Gubernur Ehime, dua sepeda bambu Spedagi turut digunakan dalam kegiatan Cycling Shimanami 2026. Kedua sepeda tersebut dikendarai Singgih dan Heru untuk menempuh rute sepanjang 30 kilometer.
Sepeda tersebut dibuat menggunakan bambu petung yang dikenal sebagai bahan utama produk inovasi ini. Menurut Singgih, salah satu keunggulan sepeda bambu terletak pada kemampuan alami materialnya dalam meredam getaran selama perjalanan.
Ia juga menyoroti potensi pengembangan bambu di Indonesia. Meski Jepang memiliki teknologi pengolahan bambu yang baik, Indonesia mampu menghadirkan inovasi berupa sepeda berbahan bambu.
“Namun Indonesia justru yang bisa membuat sepeda dari bambu. Kelebihannya sepeda bambu adalah suspensinya yang lebih baik dibandingkan dengan bahan lain, karena daya redam getarannya yang alami,” ujar Singgih.
Setelah mengikuti kegiatan bersepeda di Ehime, Singgih dijadwalkan menjadi pembicara di Okayama University untuk membahas inovasi sepeda bambu tersebut.
Kolaborasi Indonesia dan Jepang Berlanjut
Cycling Shimanami merupakan kegiatan bersepeda yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2014. Pada pelaksanaan 2026, acara ini diikuti sekitar 7.000 pesepeda dari 55 negara, termasuk sekitar 1.000 peserta dari luar Jepang.
Peserta dapat memilih beragam rute, mulai dari 30 hingga 140 kilometer. Perjalanan tersebut menawarkan pemandangan wilayah Ehime, termasuk Pulau Oshima dan Jembatan Hakata-Oshima yang membentang sepanjang 1,165 kilometer.
Heru Santoso menjelaskan, keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kelanjutan program kerja sama yang sebelumnya dibangun oleh almarhum Rachmat Gobel bersama Pemerintah Ehime.
Partisipasi ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan 70 tahun Gobel Group. Sebanyak tujuh peserta dari Indonesia mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara itu, Arif menegaskan bahwa Gobel Group akan terus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagaimana dilakukan oleh pendiri perusahaan, Thayeb Mohammad Gobel.
“UMKM adalah fondasi kekuatan ekonomi nasional,” tegas Arif.
Promosi sepeda bambu di Jepang menjadi salah satu upaya memperkenalkan inovasi produk Indonesia ke pasar internasional sekaligus menunjukkan potensi UMKM dalam mengembangkan produk berbasis sumber daya lokal.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
