APAR untuk Kebakaran Kelas A B C D K dan Cara Memilihnya

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Jakarta – Kebakaran dapat terjadi dari berbagai sumber seperti kertas, cairan kimia, instalasi listrik, hingga minyak goreng di dapur sekalipun. Berhubung penyebab sumber api berbeda-beda, maka alat pemadam yang digunakan pun tidak bisa disamakan. Banyak orang masih menganggap satu alat pemadam dapat digunakan untuk semua kondisi, padahal pemilihan yang salah justru dapat memperparah kebakaran.
Inilah alasan mengapa penting memahami klasifikasi kebakaran sebelum membeli alat pemadam. Pemilihan APAR yang sesuai membantu proses pemadaman lebih efektif sekaligus mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar. Simak selengkapnya berikut ini!
Mengapa Klasifikasi Kebakaran Penting?
Setiap jenis kebakaran memiliki karakteristik berbeda, baik dari bahan yang terbakar maupun metode penanganannya. Misalnya pada kebakaran akibat korsleting listrik, tidak boleh ditangani dengan media berbasis air karena dapat meningkatkan risiko sengatan listrik.
Begitu juga kebakaran akibat minyak goreng panas di dapur, yang bisa semakin membesar jika dipadamkan dengan air biasa. Maka dari itu, sistem klasifikasi dibuat agar pengguna dapat memilih alat pemadam sesuai risiko. Secara umum, kebakaran dibagi menjadi kelas A, B, C, D, dan K.
Mengenal Kelas Kebakaran A B C D K
Berikut penjelasan masing-masing kelas kebakaran beserta jenis alat pemadam yang sesuai.
Kelas A
Kebakaran kelas A berasal dari material padat non-logam yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, kain, plastik, dan karet. Jenis kebakaran ini paling umum ditemukan di rumah, kantor, sekolah, dan area komersial.
Berhubung sumber apinya berasal dari material padat, maka pendinginan menjadi salah satu metode utama pemadaman. Jadi, gunakanlah jenis APAR foam, dry chemical powder, dan water based extinguisher.
Kelas B
Pada klasifikasi kebakaran kelas B melibatkan cairan mudah terbakar seperti bensin, solar, alkohol, cat, thinner, dan oli. Jenis ini banyak ditemukan di area industri, workshop, SPBU, atau gudang bahan kimia.
Air tidak direkomendasikan untuk kebakaran kelas B karena dapat menyebarkan cairan yang terbakar. Maka, Anda harus menggunakan jenis APAR foam extinguisher, foam, dan CO2. Jenis APAR ini bekerja dengan memutus suplai oksigen atau mengisolasi permukaan cairan.
Kelas C
Kebakaran kelas C berkaitan dengan instalasi listrik bertegangan seperti panel listrik, kabel, server, atau bahkan mesin elektronik. Risiko utama dari kebakaran kelas ini tentu saja tersengat listrik.
Jenis APAR yang cocok untuk kelas C adalah CO2 extinguisher, clean agent, dan dry chemical powder. Jenis APAR CO2 sering menjadi pilihan populer karena tidak meninggalkan residu, sehingga cocok untuk perangkat elektronik.
Kelas D
Pada kebakaran kelas D disebabkan oleh logam mudah terbakar seperti magnesium, sodium, tatanium, dan potassium. Kebakaran kelas D ini biasanya terjadi di fasilitas industri khusus atau laboratorium.
Jenis APAR yang cocok untuk kebakaran kelas D akan dry powder khusus yang memang dirancang untuk menangangi reaksi material logal tersebut. Penggunaan jenis APAR yang salah pada kebakaran kelas D justru memicu reaksi yang lebih berbahaya.
Kelas K
Kebakaran kelas K umumnya disebabkan oleh minyak goreng atau lemak dalam suhu tinggi, yang mana biasa terjadi di restoran, hotel, dapur komersial, hingga food processing area. Pada kebakaran kelas K ini tidak diperbolehkan menggunakan air karena justru dapat menyebabkan percikan minyak panas.
Maka dari itu, gunakan jenis APAR wet chemical extinguisher yang memang dirancang khusus untuk memadamkan api sekaligus mendinginkan area.
Jenis APAR yang Umum Digunakan
Setelah memahami apa saja klasifikasi kebakaran, penting juga mengetahui jenis APAR yang digunakan untuk menanggulangi api.
1. Dry Chemical Powder
Jenis APAR yang paling fleksibel karena dapat digunakan untuk beberapa kelas kebakaran, terutama A, B, dan C.
Kelebihan dari jenis Dry Chemical Powder ini selain multifungsi juga harganya relatif murah dan mudah ditemukan di distributor alat-alat pemadam kebakaran. Sayangnya, powder pada APAR ini meninggalkan residu sehingga kurang ideal untuk area elektronik sensitif.
2. CO2
Jenis APAR CO2 cocok untuk kebakaran kelas B dan C, khususnya area listrik dan elektronik. Kelebihannya adalah tidak meninggalkan residu, sehingga aman untuk panel listrik dan cocok untuk ruangan server yang penuh dengan kabel listrik. Kekurangannya adalah area coverage relatif lebih terbatas.
3. Foam
Jenis APAR foam sering digunakan untuk kebakaran kelas A dan B. Jenis APAR ini efektif menutup permukaan cairan yang terbakar sehingga mencegah api kembali menyala.
4. Clean Agent
Jenis APAR clean agent biasanya digunakan untuk area sensitif seperti data center, laboratorium, dan ruang server. Tentu saja, jenis APAR ini tidak merusak perangkat elektronik.
Cara Memilih Alat Pemadam yang Tepat
Agar tidak salah beli alat pemadam kebakaran, pertimbangkan beberapa hal berikut:
- Identifikasi risiko kebakaran di lokasi.
- Sesuaikan dengan jenis material yang berpotensi terbakar.
- Pilih kapasitas sesuai luas area.
- Pastikan produk memenuhi standar keselamatan.
Jika digunakan di kantor umum, gunakan APAR dry powder. Sementara untuk ruang listrik atau server, lebih baik pilih jenis APAR CO2 atau clean agent. Agar lebih paham, baca Jenis-Jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Fungsinya berikut.
Kesalahan Umum Saat Memilih APAR
Sayangnya, ada beberapa kesalahan yang masih sering terjadi ketika memilih APAR, yakni:
- Membeli tanpa memahami kelas kebakaran.
- Hanya fokus pada harga murah.
- Salah memilih ukuran tabung.
- Tidak melakukan inspeksi rutin.
- Mengabaikan masa berlaku dan refill.
Padahal alat pemadam yang tepat harus sesuai dengan potensi risiko kebakaran di area tersebut.
Nah, dapat disimpulkan bahwa tiidak semua kebakaran dapat ditangani dengan alat yang sama. Kebakaran kelas A, B, C, D, dan K memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan media pemadam yang sesuai.
Dengan pemilihan jenis APAR yang sesuai untuk masing-masing klasifikasi kelas kebakaran, maka risiko kerusakan akibat kebakaran dapat diminimalisir.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
