Andra Prawira Kusumah, Sosok di Balik Transformasi Digital PKBM Swalas Guna

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Jakarta – Di tengah pesatnya digitalisasi pendidikan formal, layanan pendidikan kesetaraan kerap tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. Padahal, jutaan warga belajar di Indonesia menggantungkan kesempatan menuntaskan pendidikannya pada lembaga-lembaga nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di PKBM Swalas Guna, cerita itu kini berubah. Lembaga ini memiliki sistem pembelajaran daring yang modern dan menyeluruh, berkat tangan dingin seorang anak muda bernama Andra Prawira Kusumah, atau yang akrab disapa Pak Wira.
Pak Wira, kelahiran 1998 dan kini menetap di Ibu Kota Nusantara, merupakan pengembang tunggal di balik platform Learning Management System (LMS) PKBM Swalas Guna yang dapat diakses melalui alamat lms-pkbmswalasguna.com. Seluruh sistem, mulai dari rancangan, basis data, kode program, hingga integrasi layanan eksternal, ia kerjakan sendiri tanpa tim. Sebuah pencapaian yang tidak biasa untuk sebuah sistem informasi berskala lembaga.
Menjawab Masalah Nyata di Lapangan
Pendidikan kesetaraan, yang mencakup program Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA, memiliki peran penting dalam memberi kesempatan kedua bagi mereka yang sempat terputus dari bangku sekolah. Namun, pengelolaan administrasinya tidak sederhana. Mulai dari pendaftaran siswa baru, pembagian kelas, distribusi materi, pengumpulan tugas, hingga rekap nilai, semuanya menuntut ketelitian.
Sebelum hadirnya sistem ini, sebagian besar proses tersebut masih dilakukan secara manual dan terpisah-pisah, sehingga memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Pak Wira melihat persoalan itu sebagai peluang untuk menghadirkan solusi yang benar-benar terpakai, bukan sekadar proyek di atas kertas. Ia ingin teknologinya menjawab kebutuhan harian para pengelola, tutor, dan peserta didik.
Dari kebutuhan itulah ia merancang sebuah platform yang menyatukan seluruh proses akademik dalam satu sistem terpadu. Tujuannya sederhana namun berdampak besar, yaitu membuat kegiatan belajar-mengajar berjalan lebih rapi, transparan, dan efisien bagi semua pihak yang terlibat.
Satu Sistem untuk Semua Kebutuhan
Platform yang dibangun Pak Wira mencakup ragam fitur yang dirancang menyeluruh. Calon peserta didik dapat mendaftar secara daring langsung dari halaman depan, mengisi formulir data diri, memilih program, mengunggah berkas persyaratan, lalu memantau status pendaftaran mereka kapan saja. Setelah dinyatakan diterima, mereka secara otomatis memperoleh akun dan kredensial login yang dikirimkan melalui surel.
Pada sisi pembelajaran, sistem menyediakan ruang e-learning tempat tutor dapat mengunggah materi dalam berbagai format, membuka sesi pertemuan, memberikan tugas, serta menilai pekerjaan siswa. Modul ujian berbasis unggah berkas, rekap nilai otomatis, pencatatan kehadiran, papan pengumuman, hingga notifikasi turut melengkapi sistem. Seluruh berkas disimpan dengan memanfaatkan integrasi Google Drive sehingga hemat ruang penyimpanan server, sementara pemberitahuan penting dikirim melalui surel resmi lembaga.
Yang menarik, sistem ini dibangun dengan pembagian peran yang jelas dan tegas. Administrator berperan sebagai pengelola dan pengatur data master, tutor berfokus pada kegiatan mengajar dan penilaian, sedangkan siswa mengakses materi serta mengerjakan tugas dan ujian. Keamanan akun pun diperkuat dengan verifikasi tambahan, sehingga setiap pengguna hanya dapat mengakses bagian yang menjadi haknya.
Tidak kalah penting, tampilan platform dirancang responsif sehingga nyaman diakses baik dari komputer maupun telepon genggam. Hal ini menjadi pertimbangan serius, mengingat banyak warga belajar yang lebih sering mengakses internet melalui ponsel ketimbang perangkat lain. Tidak berhenti di sana, Pak Wira juga mengembangkan aplikasi Android tersendiri sebagai pendamping platform web, sehingga akses menjadi semakin praktis langsung dari telepon pintar.
Lebih dari sekadar memikirkan fungsi, Pak Wira juga menaruh perhatian pada perlindungan hukum atas karyanya. Di dalam sistem, ia menyertakan pernyataan hak cipta yang jelas beserta dasar hukum dan ketentuan penggunaannya, selaras dengan Undang-Undang Hak Cipta yang berlaku di Indonesia. Langkah ini mencerminkan kesadaran dan profesionalisme dalam menghargai karya intelektual, sekaligus menjadi contoh praktik baik dalam pengembangan perangkat lunak.
Karya yang Lahir dari Ketekunan
Bagi Pak Wira, membangun sistem sebesar ini seorang diri bukanlah perkara mudah. Ia harus memahami kebutuhan pengguna di lapangan, merancang basis data, menulis ribuan baris kode, sekaligus memastikan setiap fitur berjalan stabil. Tidak jarang ia menghabiskan malam untuk menelusuri satu persoalan teknis hingga tuntas. Namun justru di situlah ia menemukan kepuasan tersendiri.
“Bagi saya, teknologi baru terasa bermakna ketika benar-benar dipakai dan meringankan pekerjaan orang lain. Melihat sistem ini membantu pengelola dan tutor adalah kebahagiaan tersendiri,” ujar Pak Wira.
Proyek ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan kerja praktiknya sebagai mahasiswa Sistem Informasi di Universitas Siber Asia. Dengan begitu, ia membuktikan bahwa tugas akademik dapat melampaui ruang kelas dan menghasilkan produk nyata yang dimanfaatkan oleh sebuah lembaga pendidikan yang sesungguhnya. Pengalaman tersebut sekaligus mempertajam kemampuannya dalam menerjemahkan kebutuhan pengguna menjadi solusi yang aplikatif.
Inspirasi bagi Anak Muda
Kisah Pak Wira menjadi pengingat bahwa kemampuan teknologi dapat diarahkan untuk tujuan yang bermanfaat. Alih-alih sekadar mengejar tren, ia memilih membangun sesuatu yang menyelesaikan masalah nyata di dunia pendidikan. Semangat itulah yang diharapkan dapat menular kepada anak-anak muda lain di Tanah Air, agar keterampilan yang mereka miliki tidak berhenti sebagai kemampuan pribadi, tetapi tumbuh menjadi kontribusi sosial.
Melalui platform PKBM Swalas Guna, Andra Prawira Kusumah menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan kesetaraan bukan hal yang mustahil, bahkan ketika dikerjakan oleh satu orang dengan tekad yang kuat. Ia berharap karya ini dapat menjadi pijakan bagi pengembangan yang lebih luas di masa depan, sehingga semakin banyak lembaga pendidikan nonformal yang mampu naik kelas secara digital.
Kehadiran aplikasi Android tersebut melengkapi platform web yang sudah ada, memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk memilih cara akses yang paling nyaman. Dengan dua pintu masuk, baik melalui peramban maupun aplikasi di telepon pintar, sistem menjadi semakin inklusif dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan pengguna. Pak Wira pun menegaskan bahwa pengembangan tidak berhenti di sini, sebab ia terus membuka ruang untuk penyempurnaan seiring masukan dari para penggunanya di lapangan.
Pada akhirnya, langkah kecil yang konsisten seperti yang ia lakukan inilah yang, bila diikuti oleh banyak pihak, dapat membawa dampak besar bagi pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebuah bukti bahwa perubahan besar sering kali bermula dari niat baik dan kerja yang tekun.
Akses platform: https://lms-pkbmswalasguna.com
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
