Rachmat Gobel Usul Libatkan Eksportir Perkuat Rupiah

Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar Baru Gorontalo – Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel, meminta pemerintah mengajak para eksportir nasional untuk bersama-sama memperkuat perekonomian Indonesia dan menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Menurut Gobel, upaya memperkuat ekonomi nasional membutuhkan kerja sama semua pihak. Pernyataan itu disampaikannya saat menanggapi langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang aktif berkoordinasi dengan sejumlah pejabat pemerintah untuk mencari solusi atas melemahnya rupiah dan turunnya indeks saham.
Gobel mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan pemerintah, termasuk kebijakan di sektor ekspor komoditas dan upaya menarik investasi asing. Namun, ia menilai perhatian juga perlu diberikan pada sektor industri, manufaktur, dan pangan karena mampu menyerap banyak tenaga kerja serta mendorong pemerataan ekonomi.
Ia menyarankan pemerintah melakukan berbagai pembenahan, seperti menekan biaya logistik, mempercepat digitalisasi layanan bea cukai, meningkatkan efisiensi pengelolaan kontainer, memperbaiki fasilitas pelabuhan, serta mempermudah akses transportasi menuju pelabuhan.
Selain itu, Gobel mendorong pemerintah melalui perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memperluas tujuan ekspor ke berbagai negara. Langkah ini dinilai penting agar ekspor Indonesia tidak hanya bergantung pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan China.
Sebagai langkah awal, Gobel mengusulkan agar pemerintah mengundang para eksportir nasional, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk membangun sinergi dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Ia menilai kontribusi UMKM terhadap ekspor masih rendah, padahal sektor tersebut berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja dan pembentukan produk domestik bruto (PDB). Karena itu, pemerintah perlu membantu UMKM agar mampu menembus pasar internasional.
Menurut Gobel, dukungan yang dapat diberikan antara lain berupa kredit ekspor, asuransi perdagangan, dan insentif pajak. Dengan meningkatnya ekspor, Indonesia akan memperoleh lebih banyak devisa dalam bentuk dolar.
Di sisi lain, Gobel juga meminta pemerintah mengendalikan impor, terutama untuk produk yang sudah dapat diproduksi di dalam negeri. Ia menilai langkah tersebut dapat melindungi industri nasional dan UMKM sekaligus menjaga stabilitas rupiah.
Lebih lanjut, Gobel mengingatkan bahwa perekonomian yang terlalu bergantung pada sektor pertambangan tidak berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya keberpihakan pemerintah pada sektor industri, UMKM, dan pangan sebagai fondasi ekonomi jangka panjang yang lebih merata dan kuat menghadapi berbagai gejolak ekonomi global.***
Penulis: Yuni Hasan
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
