Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Tak Lolos di Negeri? Sekolah Maung di SMA PGRI 1 Purwakarta Jadi Solusi

file_00000000c08471fdbb5d425a876e3f88
Dikunjungi Kadisdik Jabar, SMA PGRI 1 Purwakarta siap cetak generasi Maung.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperluas akses pendidikan berkualitas terus diperkuat melalui Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) Sekolah Manusia Unggul (Maung).

Sebagai bentuk pengawasan dan dukungan terhadap program tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan ke SMA PGRI 1 Purwakarta, Senin (8/6/2026), guna meninjau kesiapan sekolah dalam menjalankan program yang menjadi salah satu terobosan pendidikan di Jawa Barat.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi SMA PGRI 1 Purwakarta yang dipercaya sebagai salah satu sekolah swasta mitra dalam Program SSK Sekolah Maung. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik yang belum tertampung di sekolah negeri agar tetap memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, terjangkau, dan berdaya saing.

Kepala SMA PGRI 1 Purwakarta, Neni Anggraeni, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada sekolahnya merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Program Sekolah Maung merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan sekolah swasta dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Kami siap mendukung dan menyukseskan program ini demi memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” ujar Neni. Selasa (9/6/2026).

Ia menegaskan, SMA PGRI 1 Purwakarta telah siap menjalankan Program SSK Sekolah Maung. Kesiapan tersebut didukung oleh sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, tenaga pendidik yang profesional, serta lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif untuk mendukung proses pembelajaran.

Selain itu, sekolah juga memiliki komitmen kuat dalam membangun karakter peserta didik melalui konsep Pancawaluya, yaitu cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil). Konsep tersebut menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang unggul secara akademik maupun karakter.

“Kami tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Melalui Pancawaluya, kami ingin melahirkan generasi yang sehat, berakhlak baik, berintegritas, cerdas, serta memiliki keterampilan yang mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Program Sekolah Maung memberikan prioritas kepada calon murid yang berdomisili di sekitar lingkungan sekolah. Program ini menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri sehingga tetap dapat melanjutkan pendidikan di lembaga yang berkualitas tanpa terkendala faktor ekonomi.

Neni menjelaskan, pendaftaran Program Sekolah Maung dilakukan melalui jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Seluruh proses pendaftaran dilaksanakan secara daring melalui portal resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat, mulai dari tahap persiapan, pendaftaran, verifikasi, hingga daftar ulang.

“Program ini terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Setiap peserta didik memperoleh hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas serta fasilitas belajar yang setara,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang diterima melalui skema SSK.

Bantuan tersebut mencapai Rp2,7 juta per siswa per tahun, yang terdiri atas bantuan awal sebesar Rp1,5 juta untuk membantu biaya operasional pendidikan serta subsidi SPP sebesar Rp100 ribu per bulan selama satu tahun.

Lebih lanjut, Neni menjelaskan bahwa apabila kuota Program Sekolah Maung telah terpenuhi, calon peserta didik yang belum lolos tetap dapat melanjutkan pendidikan di SMA PGRI 1 Purwakarta sebagai sekolah mitra SSK. Para siswa tersebut juga berhak memperoleh bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa subsidi Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) sebesar Rp1,5 juta dan bantuan SPP Rp100 ribu setiap bulan.

Menurutnya, keberadaan Program SSK Sekolah Maung diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata dan berkeadilan.

“Kami berharap program ini dapat melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter kuat, disiplin, memiliki daya saing tinggi, serta siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan generasi masa depan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan sekolah swasta, Program SSK Sekolah Maung diharapkan menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat peran sekolah swasta sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store