Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Abu Vulkanik Krakatau Terpantau, Begini Sikap KCD Pendidikan Wilayah IV Jabar

IMG_20260907_150842
Kepala Cadisdik Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, Gema Muhamad Shidiq, S.Pd., M.Pd.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Potensi sebaran abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau mendorong Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah IV Provinsi Jawa Barat mengambil langkah antisipasi di lingkungan satuan pendidikan.

KCD Wilayah IV meminta kepala SMA, SMK, dan SLB di wilayah kerjanya menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi terkini, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan.

Kepala KCD Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, Gema Muhamad Shidiq, S.Pd., M.Pd., mengatakan penyesuaian pembelajaran tidak berarti menghentikan layanan pendidikan, melainkan memberikan ruang bagi sekolah untuk menentukan metode pembelajaran yang paling sesuai dengan situasi di lapangan.

“Yang perlu menjadi perhatian utama adalah keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan. Sekolah dapat menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan,” ujar Gema. Senin (7/9/2026).

Menurutnya, pembelajaran dapat dilaksanakan secara luring dan/atau daring dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di masing-masing wilayah. Kebijakan tersebut juga harus diselaraskan dengan kebijakan pemerintah daerah kabupaten/kota serta informasi resmi dari Badan Geologi/Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Gema menekankan, satuan pendidikan yang berada di wilayah pemerintah kabupaten yang telah menetapkan metode pembelajaran tertentu dapat mengikuti dan menyelaraskan pelaksanaannya dengan kebijakan tersebut.

“Untuk sekolah yang pemerintah kabupatennya sudah menetapkan metode pembelajaran tertentu, dapat ikut menyelaraskan. Jadi, pelaksanaannya menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah dan kondisi di wilayah masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan, fleksibilitas dalam menentukan metode pembelajaran diperlukan karena kondisi setiap wilayah dan satuan pendidikan dapat berbeda. Karena itu, sekolah diminta tidak hanya mempertimbangkan aspek keamanan, tetapi juga memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung secara efektif.

Penyesuaian pembelajaran, lanjut Gema, harus tetap memperhatikan keberlangsungan proses pendidikan, ketercapaian tujuan pembelajaran, serta kondisi dan kemampuan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar.

“Walaupun ada penyesuaian, keberlangsungan proses pembelajaran tetap harus diperhatikan. Tujuan pembelajaran harus tetap diupayakan tercapai dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan peserta didik,” ujarnya.

Setiap satuan pendidikan yang melakukan penyesuaian metode pembelajaran juga diminta menyampaikan laporan secara tertulis kepada KCD Pendidikan Wilayah IV.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 119/KS.01.01/DINKES tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jawa Barat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, kebijakan tersebut mengacu pada Surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor 36355/PB.01.03.02/SEKRE tertanggal 6 Agustus 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Pembelajaran dalam Mengantisipasi Dampak Peningkatan Aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dalam nota dinas tersebut, KCD Wilayah IV menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik ke wilayah Jawa Barat membutuhkan langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan warga satuan pendidikan sekaligus menjamin keberlangsungan layanan pendidikan.

Karena itu, kepala sekolah dan pengawas SMA, SMK, serta SLB di lingkungan KCD Wilayah IV diminta terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk informasi dari PVMBG dan BPBD.

“Sekolah harus terus mengikuti informasi resmi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Penyesuaian dilakukan secara situasional sesuai perkembangan kondisi, dengan keselamatan sebagai prioritas dan layanan pendidikan tetap berjalan,” pungkas Gema. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store