Kolaborasi Petani dan Koperasi Merah Putih Perkuat Usaha Tani Jagung
Jurnalis: TIM Gorontalo
Oleh: Dr. Yakob Noho Nani, M.Si., Dr. Alexander Badjuka, M.AP., dan Hardiyanto, S.IP., M.Si.
Tim Pelaksana Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026
Kabar Baru, Gorontalo –Petani jagung di Kelurahan Polohungo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, kini mulai mengembangkan usaha tani yang lebih terencana melalui kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih, pemerintah kelurahan, mahasiswa, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, Dinas Pertanian, dan Perum BULOG.
Kolaborasi tersebut dijalankan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, khususnya Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026. Program ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Universitas Negeri Gorontalo dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam budidaya jagung. Program juga memperkuat pencatatan biaya produksi, pengelolaan hasil panen, pemasaran kolektif, dan fungsi Koperasi Merah Putih sebagai lembaga ekonomi masyarakat.
Demplot sebagai Ruang Belajar Bersama
Salah satu kegiatan utama program adalah pembuatan demplot jagung. Demplot digunakan sebagai tempat belajar bersama bagi petani, pengurus Koperasi Merah Putih, mahasiswa, penyuluh, dan pemerintah. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat mempraktikkan penggunaan benih, pupuk, pengendalian gulma, serta pemeliharaan tanaman secara langsung.
Pendampingan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Gorontalo membantu petani menghubungkan pengalaman mereka di lapangan dengan pengetahuan teknis pertanian. Dengan demikian, demplot tidak hanya berfungsi sebagai lahan percontohan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengamati masalah, menilai perkembangan tanaman, dan menentukan langkah perbaikan.
Petani, pengurus Koperasi Merah Putih, dan mahasiswa membuat demplot jagung dengan pendampingan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Gorontalo.
Petani Belajar Menghitung Biaya dan Keuntungan
Penguatan kemampuan petani dilanjutkan melalui Workshop Pemasaran Kolektif dan Penggunaan Kalkulator Usaha Tani yang dilaksanakan pada 9 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh petani, pengurus Koperasi Merah Putih, mahasiswa KKN MBKM, Pemerintah Kelurahan Polohungo, serta lembaga terkait lainnya.
Kalkulator Usaha Tani diperkenalkan sebagai alat sederhana untuk membantu petani menghitung seluruh biaya produksi. Perhitungan mencakup biaya benih, pupuk, herbisida, tenaga kerja, pengangkutan, dan kebutuhan lain selama proses penanaman hingga panen.
Melalui alat tersebut, petani dapat memperkirakan jumlah pendapatan, keuntungan, dan titik impas berdasarkan volume produksi serta harga jual jagung. Pencatatan ini penting karena hasil panen yang tinggi belum tentu menghasilkan keuntungan apabila seluruh pengeluaran tidak dihitung secara tepat.
Data biaya juga membantu petani mengetahui pengeluaran terbesar, menilai efisiensi usaha, dan merencanakan musim tanam berikutnya secara lebih realistis. Agar proses pembelajaran terus berlangsung, penggunaan kalkulator dilengkapi dengan Buku Catatan Usaha Tani Reflektif. Buku tersebut digunakan untuk mencatat kegiatan produksi, perkembangan tanaman, penggunaan sarana produksi, kendala, hasil pengamatan, dan langkah perbaikan.
Tim pelaksana dan narasumber menyampaikan materi dalam Workshop Pemasaran Kolektif dan Penggunaan Kalkulator Usaha Tani di Kelurahan Polohungo.
Pemasaran Kolektif Memperkuat Posisi Tawar
Selain mempelajari pengelolaan biaya, peserta memperoleh materi pemasaran kolektif yang disampaikan oleh Ardika Agung Samudera dari Perum BULOG Cabang Gorontalo.
Pemasaran secara bersama melalui koperasi dinilai dapat memperkuat posisi tawar petani. Selama ini, penjualan secara individual sering membuat petani memiliki pilihan pasar yang terbatas, terutama ketika jumlah hasil panen relatif kecil dan informasi harga belum tersedia secara memadai.
Melalui Koperasi Merah Putih, hasil produksi anggota dapat dihimpun dan dipasarkan secara kolektif. Volume, mutu, waktu penjualan, biaya pengangkutan, serta kebutuhan pembeli dapat dikelola bersama. Pola tersebut membuka peluang bagi petani untuk memperluas akses pasar dan melakukan negosiasi harga dengan posisi yang lebih kuat.
Dalam sistem ini, koperasi tidak hanya menjalankan pekerjaan administratif. Koperasi diharapkan menjadi penghubung antara kegiatan produksi petani, informasi harga, pengendalian mutu, dan pasar.
Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan Petani
Program pemberdayaan turut memberikan bantuan sarana produksi kepada petani berupa pupuk Urea dan Phonska, benih jagung unggul merek SUMO, herbisida, serta karung untuk penanganan hasil panen.
Koperasi Merah Putih juga memperoleh dukungan sarana pengelolaan usaha, antara lain timbangan digital, alat pengukur kadar air jagung, papan informasi harga pertanian, dan perangkat pendukung kelembagaan koperasi.
Timbangan digital membantu menghasilkan data berat panen yang lebih akurat. Sementara itu, alat pengukur kadar air digunakan untuk mengetahui mutu jagung sebelum dipasarkan. Data mengenai jumlah dan kualitas hasil panen kemudian dapat digunakan koperasi untuk memperkirakan volume produksi anggota, mengelompokkan jagung berdasarkan mutu, dan menyusun strategi pemasaran.
Penyerahan pupuk, benih jagung, herbisida, karung, dan sarana pengelolaan usaha kepada kelompok tani dan Koperasi Merah Putih Kelurahan Polohungo.
Mahasiswa Mendampingi Masyarakat Selama Dua Bulan
Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo, terlibat dalam kegiatan pendampingan selama dua bulan dengan beban kegiatan sekitar 144 Jam Kerja Efektif Mahasiswa atau JKEM.
Mahasiswa mendampingi petani menggunakan Kalkulator Usaha Tani dan Buku Catatan Usaha Tani Reflektif. Mereka juga membantu pengurus Koperasi Merah Putih menerapkan tata kelola usaha pertanian, menghimpun informasi produksi anggota, dan mempersiapkan pemasaran hasil secara bersama.
Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memahami persoalan pertanian dari ruang kuliah, tetapi juga belajar bagaimana pemerintah, masyarakat, koperasi, perguruan tinggi, dan lembaga pemasaran bekerja sama menyelesaikan persoalan nyata.
Membangun Tata Kelola Pertanian yang Reflektif
Program ini memperkenalkan tata kelola reflektif dalam praktik pertanian. Pendekatan tersebut mendorong petani dan koperasi untuk menggunakan catatan biaya, data produksi, mutu jagung, pengalaman lapangan, dan informasi pasar sebagai dasar pengambilan keputusan.
Setiap musim tanam diharapkan menghasilkan pengetahuan baru. Ketika ditemukan biaya yang terlalu tinggi, mutu yang belum memenuhi kebutuhan pasar, atau cara pemasaran yang kurang menguntungkan, petani dan koperasi dapat melakukan evaluasi serta menentukan langkah perbaikan.
Pada tahap pelaksanaan ini, perubahan yang terlihat terutama berupa tersedianya sarana produksi dan pengukuran, meningkatnya pengetahuan petani, serta mulai digunakannya instrumen pencatatan usaha tani. Perubahan produktivitas dan pendapatan belum dinyatakan dalam angka karena tanaman jagung masih berada dalam proses pertumbuhan dan menunggu masa panen.
Keberlanjutan program sangat bergantung pada pembagian peran yang jelas. Petani menjalankan pencatatan dan memperbaiki praktik produksi. Koperasi menghimpun data serta mengembangkan pemasaran kolektif. Pemerintah kelurahan memperkuat kelembagaan, sedangkan perguruan tinggi dan mahasiswa melanjutkan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat.
Tim Pengabdian Universitas Negeri Gorontalo menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.
Program tersebut dilaksanakan berdasarkan Nomor Kontrak Induk 164/C3/DT.05.00/PM/2026 tanggal 13 April 2026 dan Nomor Kontrak Turunan 801/UN47.D1/PM.01.01/2026 tanggal 23 April 2026.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
