Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

KPMIPM Bergerak Ringankan Beban Korban Banjir Bandang di Kecamatan Biau

InShot_20260604_110803114
Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Parigi Moutong (KPMIPM) saat gelar aksi kemanusian di perempatan lampu merah rumah adat dulohupa.

Jurnalis:

Kabar Baru, Gorontalo – Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Parigi Moutong (KPMIPM) Gorontalo bersama Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Rabu (3/6/2026).

Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan di dua titik, yakni di lampu merah perempatan Rumah Adat Dulohupa dan lampu merah McDonald’s (McD) Kota Gorontalo. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WITA hingga menjelang salat Isya.

Ketua Umum KPMIPM, Zikra Ake, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Biau. Bencana yang terjadi pada 26 Mei 2026 atau sehari sebelum Hari Raya Iduladha itu telah menyebabkan kerusakan rumah warga dan hilangnya banyak harta benda.

“Kami merasa terpanggil setelah mendengar musibah yang terjadi di Kecamatan Biau. Bencana itu terjadi tepat sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Banyak warga yang seharusnya merayakan hari raya dengan penuh kebahagiaan, tetapi justru harus menghadapi kehilangan akibat banjir,” ujar Zikra.

Menurutnya, penggalangan dana menjadi langkah awal yang dilakukan KPMIPM untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak. Ia berharap bantuan yang terkumpul nantinya dapat memberikan manfaat bagi warga yang sedang berupaya bangkit dari musibah tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir bandang yang melanda Kecamatan Biau berdampak pada ratusan rumah dan ribuan warga. Tercatat sekitar 726 hingga 820 kepala keluarga atau sekitar 3.258 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.

Selain merendam sekitar 726 hingga 730 rumah, banjir juga menyebabkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan dan terendam lumpur. Tujuh masjid dan lima sekolah turut terdampak akibat bencana tersebut.

Dalam orasi yang disampaikan selama aksi berlangsung, pengurus KPMIPM mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu para korban. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya yang masih dapat digunakan.

“Kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin membantu. Bantuan tidak harus berupa uang. Pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya juga sangat berarti bagi para korban,” ungkap salah satu pengurus KPMIPM saat menyampaikan orasi.

Aksi penggalangan dana ini direncanakan berlangsung selama tiga hari. Pada hari terakhir, panitia akan menggelar mimbar bebas yang menampilkan berbagai kegiatan, seperti orasi ilmiah, pembacaan puisi, dan penampilan bakat dari anggota KPMIPM serta Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana.

Zikra menambahkan bahwa seluruh hasil donasi yang terkumpul akan dibahas terlebih dahulu dalam rapat internal untuk menentukan bentuk penyaluran yang paling tepat. Bantuan dapat disalurkan dalam bentuk uang tunai maupun sembako sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kami akan mempertimbangkan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Namun, yang pasti seluruh hasil donasi akan disalurkan kepada korban banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara,” tutupnya.***

Penulis: Yuni Hasan

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store