Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Mencerdaskan Bangsa Tidak Mudah, Tetapi Guru Masih Dibayar Murah

gfdsasdfg
Ilustrasi AI.

Editor:

Kabar Baru, Jakarta – Saat ini, guru tidak hanya dituntut untuk mengajar di depan kelas. Mereka juga harus kreatif, inovatif, dan mampu membuat suasana belajar menjadi menyenangkan. Guru sekarang harus bisa membuat media pembelajaran yang menarik, memahami teknologi, membuat presentasi yang tidak membosankan, bahkan mengikuti perkembangan digital agar siswa tetap semangat belajar. Apalagi di era sekarang, siswa lebih mudah tertarik pada hal-hal visual dan interaktif. Karena itu, guru mau tidak mau harus belajar dan berkembang.

Namun, di balik besarnya tuntutan tersebut, masih banyak guru yang justru belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. Terutama guru honorer yang sampai sekarang masih menerima gaji yang jauh dari cukup. Ada guru yang harus mengajar setiap hari dengan penuh tanggung jawab, tetapi penghasilanya bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Padahal, pekerjaan guru bukan pekerjaan yang ringan. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, dan membentuk karakter siswa.

Di zaman sekarang, menjadi guru kreatif juga membutuhkan usaha yang besar. Banyak guru yang rela mengeluarkan uang pribadi untuk membeli atau mencetak bahan ajar serta membuat media pembelajaran agar siswa lebih mudah memahami materi. Tidak sedikit pula guru harus meluangkan waktu hingga malam hari untuk menyiapkan bahan mengajar esok hari. Semua dilakukan demi memberikan pembelajaran yang terbaik bagi siswa. Sayangnya, kerja keras tersebut tidak sebanding dengan pengjasilan yang mereka terima.

Kalau kita melihat sejarah, sebenarnya profesi guru sangat di hargai. Pada masa Khalifah Umar Bin Khattab, guru mendapat perhatian besar dari beliau. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau memberikan gaji yang sangat layak kepada para guru. Bahkan jika disetarakan dengan kondisi sekarang, nilainya bisa mencapai sekitar 80 juta rupiah per bulan. Hal itu menunjukan bahwa sejak dahulu guru dipandang sebagai profesi penting yang memiliki pengaruh besar terhadap masa depan bangsa dan peradaban. Umar Bin Khattab memahami bahwa pendidikan yang baik tidak akan tercipta tanpa guru yang sejahtera.

Sementara itu, di Indonesia saat ini masih banyak guru yang harus mencari pekerjaan tambahan demi mencukupi kebutuhan hidup. Kondisi seperti ini tentu cukup memperhatinkan. Di satu sisi, guru diminta mencetak generasi yang cerdas dan berkualitas. Namun, di sisi lain, kesejahteraan mereka sendiri belum benar-benar di perhatikan.

Meski begitu, banyak guru tetap menjalankan tugasnya dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Mereka tetap datang ke sekolah, tetap mengajar dengan semangat, dan tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya. Karena itu, rasanya tidak berlebihan jika guru disebut sebagai salah satu pahlawan dalam dunia pendidikan.

Sudah seharusnya perhatian terhadap guru tidak hanya diberikan dalam bentuk ucapan terima kasih atau peringatan Hari Guru Nasonal saja. Kesejahteraan mereka juga perlu benar-benar diperhatikan. Sebab, pendidikan yang baik tidak mungkin tercipta tanpa guru yang dihargai dan disejahterakan. Jika guru terus dituntut kreatif dan profesional, maka sudah sepatutnya mereka juga mendapatkan kehidupan yang layak.

Penulis : Nurul Azkiya Ramadhani, Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pamulang.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store