Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Ekonomi Pembangunan UPN Veteran Jatim Angkat Isu Ketahanan Pangan di PADMA 2026

Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UPN Veteran Jatim
Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UPN Veteran Jatim.

Jurnalis:

Kabar Baru, Surabaya, 21 Mei 2026 — Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call for Paper PADMA EKAPITA 2026 secara hybrid pada 19–21 Mei 2026 di Lantai 12 Gedung Twin Tower A UPN “Veteran” Jawa Timur.

Kegiatan ini mengangkat tema “Sinergi Multisektor dalam Akselerasi Ketahanan Pangan Nasional demi Kemandirian Ekonomi dan Pencapaian SDGs di Era Ketidakpastian.”

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, dan praktisi, yakni Prof. Dr. Normaz Wana Binti Ismail, PhD dari Universiti Putra Malaysia, Badan Pangan Nasional Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Rinna Syawal, S.P., M.Si, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho, serta akademisi UPN “Veteran” Jawa Timur Dr. Mohammad Wahed, M.E.

Ketua Pelaksana PADMA EKAPITA 2026, M. Jaenudin, S.EI., M.SEI., menyampaikan bahwa tema seminar dipilih sebagai respons terhadap tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks di tengah dinamika global.

“Ketahanan pangan saat ini bukan hanya isu pertanian, tetapi juga berkaitan dengan stabilitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu diperlukan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi untuk membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan adaptif,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan PADMA EKAPITA 2026 terdiri atas Call for Paper dan Seminar Nasional. Pada tahun ini, panitia menerima sebanyak 144 paper dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia.

Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UPN Veteran Jatim Angkat Isu Ketahanan Pangan dalam PADMA EKAPITA 2026
Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UPN Veteran Jatim Angkat Isu Ketahanan Pangan dalam PADMA EKAPITA 2026

Setelah melalui proses review dan seleksi, sebanyak 138 paper dinyatakan diterima dan 123 paper dipresentasikan dalam 22 room panelis yang berlangsung secara paralel.

Selain presentasi ilmiah, panitia juga menyelenggarakan coaching clinic dalam penulisan karya ilmiah yang ditujukan khusus bagi mahasiswa guna meningkatkan kualitas paper dan publikasi ilmiah.

Menurut M. Jaenudin, PADMA EKAPITA tahun ini juga mengalami peningkatan kerja sama dalam bidang publikasi akademik.

“Tahun ini terdapat peningkatan kerja sama publikasi ilmiah, di mana tiga jurnal terakreditasi SINTA membuka kesempatan publikasi bagi paper terbaik hasil PADMA EKAPITA 2026. Selain itu, proceeding kegiatan saat ini juga sedang dalam proses pendaftaran e-ISSN,” jelasnya.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Normaz Wana Binti Ismail, PhD menyoroti pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.

“Food security is no longer only about production, but also about resilience, innovation, and collaboration. Universities have an important role in bridging research, policy, and practical solutions for sustainable food systems,” ungkapnya.

Sementara itu, Rinna Syawal, S.P., M.Si dari Badan Pangan Nasional menekankan pentingnya diversifikasi pangan dan penguatan konsumsi pangan lokal sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengakses pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Penguatan pangan lokal menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, menyampaikan bahwa BULOG terus memperkuat langkah stabilisasi pangan melalui penyerapan hasil panen petani.

“Kami sudah menyiapkan tim untuk melakukan penyerapan hasil panen petani agar harga tetap stabil dan tetap memberikan keuntungan bagi petani. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara produsen dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Di sisi akademik, Dr. Mohammad Wahed, M.E menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan dalam mendukung sistem ketahanan pangan nasional.

“Kelembagaan menjadi faktor penting dalam ketahanan pangan. Ketika kelembagaan petani kuat, maka akses terhadap pasar, pembiayaan, distribusi, hingga peningkatan produktivitas juga akan semakin baik,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur berharap PADMA EKAPITA dapat menjadi ruang kolaborasi akademik yang produktif serta mendorong lahirnya rekomendasi dan inovasi kebijakan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (Penulis: M Jaenudin)

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store