Di Balik Penutupan TMMD Purwakarta, Ada Kisah Cinta yang Akhirnya Resmi

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Lapangan Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Kamis (21/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Di antara barisan kursi tamu kehormatan, pasukan TNI berseragam loreng, serta deretan kendaraan proyek pembangunan, berdiri pelaminan sederhana yang menjadi pusat perhatian warga.
Hari itu, penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0619/Purwakarta tidak hanya menghadirkan laporan pembangunan infrastruktur. Suasana haru justru lahir dari prosesi nikah massal dan isbat nikah gratis yang digelar di tengah rangkaian penutupan TMMD. Momen tersebut menjadi sesuatu yang langka, bahkan disebut pertama kali digelar dalam pelaksanaan TMMD di wilayah Kodam III/Siliwangi.
Sejumlah pasangan duduk berdampingan dengan wajah tegang sekaligus bahagia. Sebagian menunduk haru saat ijab kabul berlangsung. Di tengah keterbatasan hidup yang selama ini mereka jalani, hari itu menjadi titik penting karena pernikahan mereka akhirnya tercatat resmi secara negara.
Yang membuat suasana semakin istimewa, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih hadir langsung menutup TMMD ke-128 sekaligus menjadi saksi pernikahan para pasangan tersebut bersama Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar, dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.
Di hadapan warga, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyampaikan rasa syukur karena seluruh pelaksanaan TMMD di wilayah Kodam III/Siliwangi berhasil diselesaikan 100 persen, baik sasaran fisik maupun nonfisik.
“Alhamdulillah secara keseluruhan hari ini seluruh TMMD di wilayah Kodam III/Siliwangi selesai 100 persen. Mulai dari pembangunan jalan, rumah tidak layak huni, pos kamling, sumur bor, pipanisasi, MCK dan lainnya sudah selesai dibangun,” ujar Kosasih.
Namun lebih dari sekadar pembangunan fisik, Pangdam menegaskan bahwa TMMD hadir untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa, terutama akses air bersih dan konektivitas wilayah.
Ia meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila masih ada daerah yang mengalami kesulitan air bersih ataupun membutuhkan jembatan penghubung.
“Kalau ada desa yang kekurangan air bersih, laporkan ke Babinsa, Danramil sampai Dandim. Nanti kita bantu bangunkan sumur bor. Ini program Presiden Republik Indonesia. Begitu juga kalau ada desa yang membutuhkan jembatan gantung, silakan laporkan,” katanya.
Di tengah sambutannya, suasana berubah lebih hangat ketika Pangdam mulai membicarakan program nikah massal yang digelar di lokasi penutupan TMMD tersebut. Dengan nada penuh apresiasi, ia mengaku baru pertama kali menyaksikan penutupan TMMD yang dirangkai dengan nikah massal dan isbat nikah gratis.
“Nikah massal dan isbat nikah ini luar biasa. Saya baru tahu ternyata ada rangkaian seperti ini di penutupan TMMD. Ini pertama kali juga TMMD melaksanakan nikah massal,” ucapnya.
Menurutnya, legalitas pernikahan menjadi hal penting bagi masyarakat, karena berkaitan langsung dengan kepastian hukum serta hak-hak sosial keluarga.
“Kalau tidak resmi kasihan juga, tidak punya surat nikah. Nanti hak-haknya seperti bantuan sosial dan administrasi lainnya tidak tersalurkan. Alhamdulillah semuanya difasilitasi gratis oleh Pak Bupati,” ujarnya.
Suasana lapangan pun pecah oleh tepuk tangan dan gelak tawa warga saat Pangdam menyebut para pengantin juga mendapat hadiah istimewa dari Bupati Purwakarta.
“Bulan madunya di rumah dinas Pak Bupati, naik mobil Pak Bupati juga. Luar biasa ini,” katanya disambut sorak bahagia warga.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menegaskan, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan TNI akan terus diperkuat sebagai langkah percepatan pembangunan daerah, terutama di wilayah pedesaan.
Menurut Om Zein, sebelum TMMD ke-128 dilaksanakan, Pemkab Purwakarta bersama Kodim 0619 telah lebih dahulu menggelar karya bakti pembangunan infrastruktur dengan nilai mencapai sekitar Rp30 miliar.
Program tersebut di antaranya membuka akses jalan dari Rancadarah menuju Gurudug hingga kawasan Taman Batu.
“TMMD ini bagian dari percepatan pembangunan. Sebelumnya kami juga sudah melaksanakan karya bakti bersama TNI untuk membuka akses jalan dari Rancadarah ke Gurudug sampai ke Taman Batu, dan semuanya sudah selesai,” kata Om Zein.
Ia menjelaskan, pembangunan yang saat ini dilakukan akan terus dilanjutkan hingga membuka konektivitas antarwilayah desa.
“Jalur ini nantinya tembus sampai Desa Cileunca, Kecamatan Bojong. Semua akan kita kerjakan untuk percepatan pembangunan bersama TMMD,” ujarnya.
Om Zein menilai, pembangunan desa tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, konektivitas antara desa dan kota menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Purwakarta akan terus konsisten bekerja sama dengan TNI dalam penyelesaian infrastruktur. Tujuannya untuk mengoneksikan pembangunan desa dengan pembangunan kota,” katanya.
Di penghujung acara, pasangan-pasangan pengantin tampak tersenyum lega sambil menggenggam buku nikah yang baru mereka terima. Sebagian warga mengabadikan momen dengan telepon genggam sederhana, sementara anak-anak berlarian di sekitar lapangan yang baru saja menjadi saksi dua hal penting sekaligus: pembangunan desa dan lahirnya harapan baru.
Di Desa Sukajadi, TMMD kali ini bukan sekadar menutup program pembangunan. Lebih dari itu, TMMD menghadirkan cerita tentang negara yang hadir bukan hanya membangun jalan dan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat kecil memiliki kepastian, pengakuan, dan masa depan yang lebih baik.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

