Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Klaim Miftah Soal Diplomasi Prabowo di Selat Hormuz, DJ Donny: Kiai Penjilat! 

Desain tanpa judul - 2026-04-18T231507.210
Pendakwah Indonesia asal Lampung, Miftah Maulana dan DJ Donny (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Pendakwah populer asal Lampung, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, memicu perdebatan publik lewat potongan ceramahnya mengenai peran Presiden Prabowo Subianto.

Dalam video viral tersebut, Gus Miftah memuji kehebatan diplomasi Prabowo karena menyebut kapal Indonesia tetap bebas melintas di Selat Hormuz saat ketegangan Iran dan Israel-Amerika Serikat memuncak.

Gus Miftah mengklaim dua kapal Pertamina berhasil melewati jalur konflik tersebut atas izin khusus bagi Indonesia. Ia bahkan mengaitkan kelancaran distribusi minyak ini sebagai penyebab utama harga BBM di dalam negeri tidak mengalami kenaikan.

“Berkat diplomasi Pak Prabowo, kapal Indonesia boleh melewati Selat Hormuz. Itulah alasan BBM kita tidak naik,” ungkap Gus Miftah dalam video tersebut dan dikutip Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Minggu (19/04/2026).

Bantahan Data Maritim dari DJ Donny

Pernyataan tersebut segera mendapat tanggapan tajam dari influencer DJ Donny. Melalui unggahan di media sosial, ia menilai klaim Gus Miftah sangat menyesatkan dan tidak sesuai fakta lapangan.

DJ Donny menekankan bahwa posisi kapal saat ini dapat dipantau secara transparan melalui sistem pelacakan maritim online.

Berdasarkan penelusurannya, dua kapal Pertamina menjadi sorotan, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, justru berada di wilayah berbeda.

Keduanya terdeteksi di sekitar perairan Bahrain serta Dubai, bukan sedang melintasi Selat Hormuz sebagaimana narasi dalam ceramah tersebut.

“Pernyataan itu sangat menyesatkan. Sekarang posisi kapal bisa siapa saja cek secara terbuka,” tegas DJ Donny.

Faktor Harga BBM dan Reaksi Publik

Selain menyoroti posisi kapal, DJ Donny menjelaskan bahwa kestabilan harga BBM nasional merupakan hasil kebijakan internal pemerintah serta strategi manajemen beban biaya dari Pertamina.

Ia menilai faktor diplomasi tunggal di wilayah konflik bukanlah satu-satunya variabel penentu kebijakan energi dalam negeri.

Polemik ini memicu beragam reaksi warganet di berbagai platform digital. Sebagian besar netizen mendesak adanya pelurusan informasi berdasarkan data akurat guna menghindari disinformasi di ruang publik.

Hingga berita ini naik, pihak Gus Miftah belum memberikan klarifikasi lanjutan mengenai perdebatan data maritim yang kini tengah ramai diperbincangkan tersebut.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store