Revolusi Hunian Pekerja: Rusun Industri Jadi Solusi Tekan Biaya Hidup

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau lahan di kawasan industri milik PT MOS di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (14/4/2026). Lahan tersebut direncanakan untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi bagi pekerja industri.
Peninjauan dilakukan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam penyediaan hunian layak di kawasan industri.
Menteri Ara mengatakan, kebutuhan hunian bagi pekerja di kawasan industri saat ini semakin mendesak. Menurutnya, penyediaan hunian yang dekat dengan tempat kerja akan berdampak langsung pada efisiensi waktu dan biaya transportasi.
“Pekerja harus bisa tinggal dekat dengan tempat kerja agar lebih efisien dan kualitas hidupnya meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan rusun subsidi menjadi solusi atas keterbatasan lahan di kawasan industri yang terus berkembang. Hunian vertikal dinilai lebih efektif untuk menjawab tingginya kebutuhan tempat tinggal. “Rusun adalah solusi di tengah lahan terbatas dan kebutuhan yang besar,” katanya.
Untuk mempercepat pelaksanaan program, Kementerian PKP tengah menyiapkan regulasi dalam bentuk Keputusan Menteri sebagai dasar hukum di lapangan.
Menteri Ara juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pengelola kawasan industri, dan sektor swasta. Ia menyebut, dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Selain itu, ia mengapresiasi PT MOS yang telah mendukung rencana pembangunan rusun subsidi. Namun, ia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kualitas hunian.
“Kualitas hunian harus diperhatikan agar benar-benar layak dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, rusun pekerja harus dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti akses pendidikan, layanan kesehatan, pasar, dan fasilitas umum lainnya.
Menurutnya, hunian yang dekat dengan tempat kerja juga dapat mengurangi penggunaan kendaraan harian sehingga berdampak pada penghematan bahan bakar. “Ini juga bagian dari upaya efisiensi energi,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan pihaknya tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mewajibkan kawasan industri menyediakan rusun subsidi bagi pekerja.
“Kebijakan ini penting agar pekerja bisa tinggal dekat dengan tempat kerja dan lebih produktif,” katanya.
Pembangunan rusun di kawasan industri diharapkan tidak hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga meningkatkan produktivitas pekerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

