Teuku Z. Arifin Nahkodai Konfederasi LSM Indonesia, Jadi Rumah Besar Perjuangan Aktivis

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Jakarta – Gerakan masyarakat sipil di Indonesia kini memiliki wadah konsolidasi baru melalui peluncuran Konfederasi LSM Indonesia.
Organisasi ini memproyeksikan diri sebagai Rumah Besar bagi para aktivis untuk memperkuat sinergi antarlembaga serta mengokohkan pengawasan terhadap kebijakan publik demi kepentingan rakyat.
Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Teuku Z. Arifin resmi mengemban amanah sebagai Koordinator Nasional Konfederasi LSM Indonesia.
Kehadiran konfederasi ini menyatukan berbagai elemen LSM yang selama ini bergerak di berbagai sektor, mulai dari antikorupsi, lingkungan hidup, pendidikan, hukum, hingga hak asasi manusia.
Pusat Konsolidasi Moral dan Gerakan Rakyat
Teuku Z. Arifin menegaskan bahwa pembentukan konfederasi ini merupakan jawaban strategis atas kebutuhan energi masyarakat sipil yang lebih kokoh.
Menurutnya, bangsa ini memerlukan ruang bersama yang berfungsi sebagai pusat konsolidasi moral untuk mengawal arah kebijakan negara agar tetap berpihak pada keadilan.
“Konfederasi LSM Indonesia bukan sekadar wadah berhimpun, melainkan rumah besar untuk menyatukan keberanian, integritas, dan kesungguhan perjuangan dalam menjaga akuntabilitas bangsa,” tegas Arifin dalam momen pengukuhannya di Jakarta.
Ia memastikan bahwa organisasi ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan kekuatan sipil yang bergerak nyata merespons tantangan kebangsaan.
Menyatukan Potensi Daerah ke Nasional
Selama ini, banyak LSM di daerah memiliki pengalaman lapangan yang kuat namun belum terhubung dalam satu arsitektur gerakan nasional.
Konfederasi ini hadir untuk menjembatani keterputusan tersebut tanpa menghilangkan kemandirian masing-masing lembaga.
Arifin berharap kolaborasi ini menciptakan kekuatan kolektif yang bermartabat dan lebih didengar oleh pemangku kebijakan.
Lebih lanjut, Arifin mengingatkan bahwa masyarakat sipil harus menjadi penyangga moral demokrasi yang konsisten.
Ia menekankan agar aktivis tidak hanya muncul saat ruang publik sedang gaduh, tetapi tetap tegak menjaga moral kekuasaan setiap saat.
“Kita harus memastikan suara rakyat tidak tercecer di pinggir keputusan. Masyarakat sipil harus terus hidup untuk mengingatkan bahwa kekuasaan wajib berpijak pada hukum dan tanggung jawab kepada rakyat,” tambahnya.
Dengan penguatan kapasitas advokasi dan pengawasan sistematis, Konfederasi LSM Indonesia berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga poros utama perjalanan bangsa.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

