Heboh! Universitas Indonesia Diduga Ikut Terima Uang dari Yayasan Milik George Soros

Jurnalis: Abdul Hamid
Kabar Baru, Jakarta – Jagat media sosial tengah ramai membincangkan unggahan yang menyoroti aliran dana dari Open Society Foundations (OSF) milik miliarder George Soros ke Universitas Indonesia (UI).
Isu ini mencuat setelah akun Instagram @bennix.official menampilkan tangkapan layar situs resmi OSF yang mencatat hibah sebesar US$150.001 untuk institusi pendidikan tersebut dan dikutip Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Sabtu (28/03/2026).
Edukator investasi, Bennix, secara terbuka mempertanyakan alasan serta tujuan di balik penerimaan dana ratusan ribu dolar tersebut pada tahun 2023.
Ia mengaitkan sosok George Soros dengan memori kelam krisis moneter 1998 yang sempat melumpuhkan ekonomi Indonesia.
Keterlibatan Profesor dan Kampus
Dalam unggahannya yang viral, Bennix melontarkan kritik tajam mengenai motif pemberian dana dari lembaga filantropi global tersebut kepada unit riset di UI.
Ia mempertanyakan mengapa kampus sebesar UI bersedia menerima sokongan finansial dari figur yang publik anggap sebagai dalang kehancuran ekonomi nasional masa lalu.
“Kenapa Universitas Indonesia terima duit dari orang yang menjadi dalang kerusuhan 1998 dan krisis moneter? Coba tebak universitas dan profesor mana saja yang hobi menjual negaramu sendiri?” tulis Bennix dalam takarir unggahannya yang telah mendapat ribuan interaksi dari warganet.
Penolakan OSF di Berbagai Negara
Lembaga OSF besutan George Soros memang kerap memicu kontroversi di panggung politik global.
Meskipun mengklaim mendukung demokrasi dan hak asasi manusia, banyak negara justru melarang aktivitas lembaga ini karena kekhawatiran terhadap intervensi asing dan ancaman kedaulatan nasional.
Rusia telah menetapkan OSF sebagai organisasi terlarang sejak 2015. Langkah serupa juga terjadi di Hungaria melalui kebijakan Stop Soros yang memaksa Central European University relokasi ke Wina.
Bahkan, Turki, Pakistan, hingga Mesir menerapkan regulasi sangat ketat untuk membatasi ruang gerak pendanaan asing yang masuk melalui skema hibah seperti ini.
UI Belum Berikan Pernyataan Resmi
Fenomena ini menunjukkan bahwa resistensi terhadap OSF bukan sekadar masalah teknis pendanaan, melainkan menyentuh isu sensitif mengenai pengaruh ideologi asing di dunia pendidikan.
Publik kini menanti klarifikasi dari pihak otoritas kampus kuning terkait penggunaan dan tujuan dana tersebut.
Hingga berita ini naik, pihak Universitas Indonesia belum memberikan pernyataan resmi untuk menanggapi kegaduhan di media sosial.
Perdebatan hangat di ruang publik terus bergulir, mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap independensi institusi pendidikan tinggi dari pengaruh aktor finansial global.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

