Duduk Perkara Hilda Clarissa Dikecam Netizen Usai Hina Pasien BPJS hingga Meninggal Dunia

Jurnalis: Muhammad Iqbal
Kabar Baru, Jakarta – Nama Hilda Clarissa Theopilus mendadak menjadi perbincangan hangat warga platform Threads.
Sorotan publik menguat setelah namanya terseret dalam pusaran kabar duka meninggalnya seorang pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan.
Kabar meninggalnya Yurizal pertama kali diungkap oleh akun @hilperd yang mengaku sebagai sepupu almarhum. Yurizal mengembuskan napas terakhirnya pada 31 Juli 2026 setelah diduga terlambat mendapatkan penanganan medis.
Sebelum wafat, pemilik akun Threads @yurizaltrich tersebut sempat membagikan keluhannya saat mengantre di rumah sakit.
Ia menyoroti nasib pasien BPJS yang harus menunggu lama hingga delapan jam tanpa kepastian ruang perawatan.
Tulisan Pemicu Amarah
Unggahan keluhan Yurizal lantas memancing berbagai reaksi netizen. Namun, komentar dari pemilik akun @hi.clarissa_ yang diduga milik Hilda Clarissa Theopilus justru memicu kemarahan publik.
Tangkapan layar percakapan tersebut beredar luas usai diunggah oleh akun @yupipinky18.
Dalam komentarnya, Hilda berargumen bahwa keterlambatan tersebut terjadi karena kapasitas ruangan rumah sakit yang penuh, bukan karena status BPJS.
Namun, kalimat lanjutannya dinilai sangat tidak berempati oleh warganet. Ia menyinggung bahwa kamar jenazah di rumah sakit selalu memiliki ruang kosong.
Sontak, perkataan tersebut memantik kecaman keras. Netizen pun langsung menelusuri latar belakang sosok Hilda.
Dugaan kuat menyebutkan bahwa Hilda merupakan seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sampaikan Permohonan Maaf
Menanggapi gelombang kritik yang mengarah padanya, Hilda Clarissa Theopilus akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka sebelum memutuskan untuk menonaktifkan akun media sosialnya.
Ia meminta maaf secara terbuka kepada keluarga almarhum dan mengakui kesalahannya. Hilda mengaku menulis komentar tersebut akibat dorongan emosi sesaat tanpa memikirkan perasaan pihak keluarga.
“Saya sudah merenungi semua tindakan saya. Ketikan itu lahir dari emosi sesaat yang membuat saya menjadi pribadi yang jahat dan menyakiti orang lain,” ungkapnya melalui akun @hi.clarissa_ sebelum berpamitan dari Threads.
Sorotan Sesama Tenaga Medis
Fenomena ini turut memancing keprihatinan dari kalangan tenaga medis sendiri. Salah satunya datang dari praktisi kesehatan, drg. Mirza, melalui akunnya @drg.mirza.
Ia mengaku terkejut dan prihatin melihat beberapa nakes yang justru menunjukkan sikap minim empati di media sosial.
Menurutnya, latar belakang pendidikan tinggi di dunia medis seharusnya sejalan dengan rasa kemanusiaan dan empati yang kuat terhadap pasien.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Dinamikapost.com
Radar Baru
Seedbacklink
