Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

UTM Bersholawat Warnai Dies Natalis ke-25, Prof. Safi’ Beberkan Perjalanan Kampus dari Unibang hingga Miliki 48 Prodi

E05FC4C3-2812-4D58-98F1-9FD42CD060AC_9917CC9F-BC6E-48AC-9A1E-D2F70BB7911F
Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Prof. Dr. Safi', S.H., M.H. menyampaikan sambutan pada acara UTM Bersholawat.

Jurnalis:

Kabar Baru, Bangkalan – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Tabligh Akbar UTM Bersholawat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-25 UTM, Selasa (21/7/2026) malam, di samping Gedung Rektorat Graha Utama UTM. Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum itu dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, pimpinan instansi, sivitas akademika, serta ribuan masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pejabat daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran seluruh tamu undangan menjadi bukti bahwa keberadaan UTM semakin diakui dan dibutuhkan sebagai institusi pendidikan tinggi yang berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika Universitas Trunojoyo Madura, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati, para pejabat, tokoh agama, dan seluruh hadirin yang telah hadir dalam kegiatan UTM Bersholawat ini,” ujar Prof. Safi’.

Rektor menjelaskan, Dies Natalis ke-25 menjadi momentum penting perjalanan UTM. Meski secara resmi berdiri sebagai perguruan tinggi negeri pada tahun 2001, sejarah kampus tersebut telah dimulai sejak tahun 1981 dengan nama Universitas Bangkalan (Unibang).

Ia mengisahkan, Unibang kala itu belum memiliki kampus tetap sehingga aktivitas perkuliahan berpindah-pindah. Baru pada 1986 kampus permanen mulai dibangun di lokasi yang kini menjadi kawasan UTM. Perubahan besar terjadi ketika Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 85 Tahun 2001 yang menetapkan berdirinya Universitas Trunojoyo Madura sebagai perguruan tinggi negeri, melanjutkan eksistensi Universitas Bangkalan.

“Perjalanan ini bukan sesuatu yang instan. UTM lahir dari proses panjang dan perjuangan besar hingga akhirnya menjadi perguruan tinggi negeri yang terus berkembang,” katanya.

Saat ini, lanjut Prof. Safi’, UTM telah memiliki 48 program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 21 ribu orang, termasuk mahasiswa internasional yang berasal dari sembilan negara.

Tidak hanya itu, UTM juga sedang memproses pembukaan 10 program studi baru. Tiga di antaranya berada di bawah kewenangan Kementerian Agama RI, dan salah satu izin program studi tersebut telah resmi diterbitkan.

“Kami mendapat kabar baik dari Kementerian Agama. Satu dari tiga program studi yang diajukan telah memperoleh izin, dan insya Allah penyerahan izinnya akan dilakukan di Surabaya. Semoga dua program lainnya segera menyusul, begitu pula tujuh program studi lain yang sedang diproses di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ungkapnya.

Pada usia ke-25 ini, UTM juga memperoleh hadiah istimewa berupa izin pembukaan Fakultas Kedokteran, yang menjadi satu-satunya fakultas kedokteran di Pulau Madura.

Menurut Prof. Safi’, pendirian Fakultas Kedokteran merupakan hasil kerja keras yang membutuhkan waktu, tenaga, serta anggaran yang tidak sedikit. Namun langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan di Madura.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Madura mampu sejajar dengan daerah lain di Indonesia. Kampus di Madura juga bisa menghadirkan Fakultas Kedokteran seperti perguruan tinggi besar lainnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan Fakultas Kedokteran diharapkan mampu membantu mengatasi ketimpangan jumlah dokter di Madura. Saat ini, rasio dokter dan penduduk di wilayah tersebut masih jauh dari ideal.

“Secara umum, satu dokter melayani sekitar 3.000 penduduk, bahkan idealnya satu dokter untuk 1.000 penduduk. Sementara di Madura, rata-rata satu dokter masih melayani sekitar 7.000 penduduk. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada sektor kesehatan,” jelasnya.

Karena itu, UTM berkomitmen terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pembangunan daerah melalui berbagai program akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Mengusung tema “Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata”, Dies Natalis ke-25 UTM menjadi simbol tekad kampus untuk terus berkembang sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Madura maupun Indonesia.

Acara UTM Bersholawat berlangsung khidmat dengan menghadirkan sejumlah tokoh agama, di antaranya Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur KH Ma’ruf Khozin, Ketua PCNU Bangkalan KH Muhammad Makki Nasir, Habib Idrus Aidid, Gus Hafidz Ahkam bersama Majelis Sholawat Al-Mahfudzi, serta dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan beserta jajaran pemerintah daerah. Kegiatan juga dimeriahkan dengan doa bersama dan pembagian doorprize bagi peserta yang hadir.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store