Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Waspada! Musim Kemarau Diprediksi Picu Lonjakan Kebakaran di Purwakarta

file_000000006340720b96c890b31c845d3f
Kadis Damkar Purwakarta: Rumah tinggal masih jadi sasaran utama kebakaran.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Purwakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring mulai memasuki musim kemarau. Kondisi cuaca yang semakin panas dan kering diperkirakan akan memicu peningkatan jumlah kejadian kebakaran dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, mengungkapkan bahwa tren kebakaran sepanjang tahun 2026 menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Jika pada periode Januari hingga Mei angka kejadian masih relatif rendah, maka memasuki Juni frekuensi kebakaran mulai mengalami peningkatan.

“Pada Januari hingga Mei kondisi masih relatif terkendali. Namun sejak Juni mulai terlihat adanya peningkatan jumlah kejadian kebakaran. Kami memperkirakan tren ini masih akan berlanjut pada Juli hingga Agustus seiring masuknya puncak musim kemarau dengan cuaca yang lebih panas dan kering,” ujar Juddy. Jum’at (3/7/2026).

Menurutnya, sebagian besar kasus kebakaran di Purwakarta masih dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error). Kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele justru menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran, mulai dari penggunaan instalasi listrik yang tidak aman, lupa mencabut steker atau memutus aliran listrik setelah digunakan, hingga aktivitas membakar sampah tanpa pengawasan.

Ia menjelaskan, pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa diawasi sangat berisiko menimbulkan kebakaran, terutama saat kondisi angin cukup kencang. Bara api dapat dengan mudah terbawa angin dan menyulut ilalang, semak belukar, rumah berdinding bilik, maupun material lain yang mudah terbakar.

“Potensi kebakaran lebih banyak berasal dari aktivitas manusia dibandingkan faktor alam. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran,” tegasnya.

Selain itu, kawasan permukiman padat penduduk di wilayah perkotaan masih menjadi titik paling rawan terjadi kebakaran. Selain tingkat kerawanan yang tinggi, akses kendaraan pemadam menuju lokasi juga kerap menjadi kendala.

“Apabila lokasi kebakaran berada di gang-gang sempit atau jaraknya lebih dari 200 hingga 300 meter dari titik yang dapat dijangkau kendaraan pemadam, proses penanganan tentu akan lebih sulit. Oleh sebab itu, upaya pencegahan harus dimulai dari masyarakat sendiri,” katanya.

Juddy menambahkan, penggunaan lilin saat terjadi pemadaman listrik juga masih menjadi salah satu penyebab kebakaran rumah. Kompor gas dan Lilin yang ditinggalkan menyala tanpa pengawasan dapat memicu kobaran api.

Berdasarkan data Damkar Kabupaten Purwakarta, objek kebakaran yang paling banyak terjadi sepanjang Januari hingga Juni 2026 masih didominasi rumah tinggal. Sementara itu, selama Juni terjadi peningkatan kebakaran lahan dan ilalang akibat kondisi vegetasi yang mulai mengering.

Sepanjang tahun 2025, Damkar Purwakarta mencatat sekitar 220 kejadian kebakaran. Sementara hingga pertengahan tahun 2026 telah tercatat 75 kejadian. Meski jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan total kejadian tahun sebelumnya, pihaknya tetap mewaspadai potensi lonjakan selama musim kemarau berlangsung.

“Kami berharap angka kejadian tidak terus meningkat. Namun melihat kondisi cuaca saat ini, seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan agar kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ucapnya.

Damkar Purwakarta juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya. Selain menangani kebakaran, Damkar juga memiliki tugas penyelamatan (rescue) dalam berbagai situasi kedaruratan.

Laporan kebakaran dapat disampaikan melalui Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta di nomor (0264) 8225113 atau 0813-8831-4113 (Telepon/WhatsApp). Masyarakat juga dapat menghubungi Call Center Darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam tanpa dipungut biaya.

Untuk mempercepat waktu respons, masyarakat di wilayah tertentu dapat menghubungi pos pemadam terdekat, yakni Poswil I Plered (0819-0888-5113), Poswil II Wanayasa (0878-7822-5113), dan Poswil III Cikopo (0877-2227-4113).

Juddy menyarankan agar pelapor turut mengirimkan foto, video, maupun titik lokasi (share location) melalui WhatsApp sehingga petugas dapat segera mengidentifikasi lokasi dan menentukan jalur tercepat menuju tempat kejadian.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap potensi bahaya kebakaran. Kewaspadaan dan kepedulian bersama merupakan langkah paling efektif untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian harta benda maupun korban jiwa,” pungkas Juddy Herdiana.***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store