Perjalanan Im’Kanaya Dari Live Game Sederhana Menuju Content Creator Sukses Berkarya

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Pekanbaru – Melinda Yanti Pandiangan, 24 tahun, yang lebih dikenal lewat nama panggung im’kanaya, menapaki dunia content creation gaming sejak 2022. Berawal dari rasa putus asa dan dorongan ingin mandiri, Melinda berhasil mengubah kegelisahan menjadi karier yang kini menghasilkan pendapatan signifikan lewat live streaming, endorsement, dan partisipasi dalam event digital.
Menurut keterangan yang diberikan, langkah Melinda memasuki industri konten dimulai saat ia pindah ke Jakarta Barat, tepatnya kawasan Cengkareng, pada 2022. Keputusan pindah itu dipicu janji pekerjaan dari kekasihnya yang dikenal secara daring. “Saya datang ke Jakarta karena dijanjikan ada pekerjaan dan fasilitas berangkat dibiayai,” kata Melinda. Namun kenyataan tak sesuai harapan. Pekerjaan yang dijanjikan tak jelas, hubungan personal mendapat tentangan, dan ia mendapati dirinya sendirian di kamar kos tanpa kenalan atau pekerjaan tetap.
Dalam situasi tertekan itu, Melinda mengungkapkan bahwa ia menghabiskan waktu sambil menonton video dan scrolling di aplikasi TikTok. Salah satu siaran langsung pemain game yang ia saksikan memberi titik balik: pembawa acara bercerita tentang penghasilan dari live streaming. Terinspirasi oleh itu, Melinda memutuskan untuk mencoba menggelar siaran langsung bermain game. “Saya coba live game juga, dan alhamdulillah ramai,” ujarnya.
Awal karier Melinda berpusat pada live streaming. Ia membangun audiens dengan konsistensi siaran, interaksi dengan penonton, serta gaya personal yang mudah dikenali. Namun seiring waktu, persaingan di dunia live streaming semakin ketat. Banyak kreator baru bermunculan, dan dinamika persaingan, termasuk upaya saling menjatuhkan, membuat Melinda harus berpikir ulang tentang strategi monetisasi. “Awalnya saya fokus live streaming, tapi lama-lama pesaing makin banyak. Saya galau bagaimana cara dapat cuan dari media sosial tanpa harus terus bersaing,” ungkapnya.
Transformasi strategi terjadi ketika Melinda mengubah fokus dari semata mengejar jam tontonan ke upaya memperbesar jumlah pengikut di berbagai platform. Ia meyakini bahwa angka pengikut yang besar membuka peluang pendapatan lain selain donasi saat live. Target ambisius dibuat: mencapai 1 juta pengikut. Usaha konsisten itu membuahkan hasil; pada 2025, akun Melinda mencapai 500 ribu pengikut dan mulai berdatangan tawaran endorsement dari sejumlah agency.
“Waktu followers saya sudah mencapai 500k, banyak tawaran endorse dari beberapa agency. Dari situ saya baru tahu ternyata kita tidak digaji oleh TikTok; cuan datang dari endorse,” ujar Melinda sambil tertawa. Pengetahuan tentang model bisnis konten digital ini menjadi titik balik penting. Dengan pengelolaan merek pribadi yang lebih baik, termasuk pemilihan kerja sama yang tepat, penataan jadwal konten, dan kolaborasi strategis, ia mulai menerima penghasilan stabil lewat endorsement produk dan jasa yang relevan dengan audiensnya.
Pencapaian berikutnya adalah ketika akun Melinda melewati angka 1 juta pengikut. Ia menemukan bahwa selain endorsement, platform juga menyediakan peluang monetisasi melalui event-event resmi, kompetisi, dan program kreator yang memberi insentif finansial. “Setelah 1M followers, saya tahu ternyata ada juga beberapa event yang diadakan oleh TikTok yang juga menghasilkan cuan untuk akun kita,” tambahnya. Partisipasi dalam event semacam itu menjadi sumber pendapatan tambahan serta sarana memperluas jaringan profesional di ekosistem industri game dan hiburan digital.
Selain aspek finansial, perjalanan Melinda menyoroti sisi ketahanan mental dan adaptasi. Dari pengalaman pertama pindah ke kota besar tanpa dukungan, hingga menghadapi persaingan dan isu personal di ranah daring, Melinda mengembangkan strategi coping yang pragmatis: diversifikasi sumber pendapatan, menjaga hubungan baik dengan komunitas pengikut, dan selektif menerima tawaran kerja sama. Pendekatan profesional ini turut membantu memperkuat citra im’kanaya sebagai sosok kreator yang konsisten dan dapat diandalkan oleh brand.
Pengalaman Melinda juga memberi pelajaran bagi calon content creator: monetisasi di platform besar tidak otomatis datang dari jumlah tontonan semata, melainkan dari kombinasi pertumbuhan audiens, personal branding, dan kemampuan menjalin kerja sama komersial. Endorsement, kolaborasi, dan keterlibatan dalam event resmi merupakan jalur utama mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan dalam ekosistem konten gaming.
Melinda berencana untuk terus mengembangkan kontennya, memperluas jenis kerja samanya, dan memanfaatkan peluang di ranah event serta brand partnership. Ia menekankan pentingnya ketekunan, pembelajaran terus-menerus tentang industri digital, serta menjaga integritas terhadap pengikutnya. “Yang paling penting menurut saya adalah konsisten, jujur sama followers, dan terus belajar soal cara kerja industri ini,” ujarnya.
Perjalanan im’kanaya dari titik lemah menjadi seorang content creator gaming yang dikenal luas menggambarkan perubahan karier yang semakin lazim di era digital. Bagi banyak orang muda yang melihat peluang di industri kreatif, kisah Melinda menjadi contoh nyata bahwa kreativitas, ketekunan, dan strategi bisnis yang tepat dapat mengubah hobi menjadi sumber penghidupan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
