Tak Perlu Mewah untuk Bahagia: Pesan Tegas Om Zein untuk Calon Pengantin

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui program “Nikah Hemat”. Program ini dirancang untuk mendorong pernikahan sederhana, tanpa membebani pasangan dengan biaya besar yang kerap berujung pada persoalan ekonomi rumah tangga.
Sebanyak dua pasangan pengantin telah mengikuti program tersebut di Kantor KUA Purwakarta. Prosesi akad berlangsung khidmat, sederhana, namun tetap sarat makna, dengan dukungan fasilitas yang memadai dari pemerintah.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menegaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan atas fenomena sosial di tengah masyarakat, di mana banyak pasangan memaksakan diri menggelar pesta pernikahan mewah meski kondisi ekonomi terbatas.
“Kalau yang mampu, silakan saja menggelar hajatan besar. Tapi yang ekonominya terbatas jangan dipaksakan. Banyak yang akhirnya berutang ke sana-sini, ke koperasi, bank emok, bahkan ke tetangga, hanya demi pesta,” ujar Om Zein. Senin (27/4).
Menurutnya, ekspektasi besar terhadap pemasukan dari tamu undangan sering kali tidak sesuai kenyataan. Kondisi ini justru menimbulkan kerugian finansial yang berdampak panjang.
“Harapan dapat balik modal dari undangan sering tidak tercapai. Akhirnya tekor, tidak bisa bayar utang, lalu pinjam lagi. Ini yang kemudian memicu konflik dalam rumah tangga,” katanya.
Ia menambahkan, tidak sedikit pernikahan yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan justru berubah menjadi sumber masalah, bahkan berujung perceraian dalam waktu singkat.
“Baru enam bulan menikah sudah bertengkar, lalu cerai. Ini sering terjadi. Maka dari itu, kita hadirkan program nikah hemat sebagai solusi,” tegasnya.
Melalui program ini, pasangan cukup melangsungkan akad nikah di Kantor KUA tanpa biaya. Berbagai fasilitas juga telah disiapkan, mulai dari ruang akad yang representatif, layanan rias pengantin, hingga kendaraan pengantin yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.
“Di KUA gratis, tidak ada biaya ke Kemenag. Tempatnya nyaman, rias pengantin sudah disiapkan, bahkan kendaraan pengantin juga kita bantu. Jadi benar-benar paket hemat,” jelas Om Zein.
Selain itu, Pemkab Purwakarta juga memfasilitasi pendaftaran layanan kendaraan pengantin melalui Bale Katresna yang berada di lingkungan belakang Kantor Pemda.
Lebih jauh, Om Zein menegaskan bahwa program ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga terbuka bagi siapa saja yang ingin membangun rumah tangga dengan perencanaan keuangan yang lebih matang.
“Bukan hanya untuk yang low budget. Yang punya kemampuan finansial pun boleh ikut. Uangnya bisa dialihkan untuk hal yang lebih produktif, seperti modal usaha, DP rumah, atau kebutuhan masa depan lainnya,” ungkapnya.
Melalui program Nikah Hemat, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap dapat membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan dalam pernikahan, sekaligus menciptakan keluarga yang lebih kuat, harmonis, dan sejahtera sejak awal. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

