Tagih Janji dan Soroti Dugaan Prostitusi, Warga Dusun Sidorejo Gropok Manajemen KITB

Jurnalis: Agung Wahyudi
Kabar Baru, Batang – Puluhan warga Dusun Sidorejo, Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendatangi kantor manajemen Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) pada Senin (08/06/2026).
Aksi ini bertujuan untuk menagih sejumlah komitmen pembangunan yang belum terealisasi sekaligus menyuarakan keresahan warga terkait dugaan praktik prostitusi di sekitar kawasan.
Warga yang mendapatkan pendampingan dari Laskar GPK Macan Roban dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) langsung menggelar audiensi dengan pihak manajemen Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis. Pertemuan tersebut menyoroti dua masalah utama, yakni kendala infrastruktur fisik dan munculnya persoalan sosial.
Komandan Laskar GPK Macan Roban, Fatchullah Akbar, mengungkapkan bahwa masyarakat selama ini kesulitan mendapatkan informasi transparan mengenai tindak lanjut kesepakatan dengan pengelola kawasan. Jalur komunikasi yang hanya melewati pemerintah desa membuat informasi tidak tersampaikan secara utuh kepada warga.
“Dulu ada beberapa kesepakatan yang tersampaikan kepada masyarakat. Namun sampai sekarang banyak yang belum terlihat realisasinya sehingga menimbulkan tanda tanya,” ujar Fatchullah usai audiensi.
Empat Poin Tuntutan Infrastruktur dan Isu Spa Plus-Plus
Dalam audiensi tersebut, warga menuntut kejelasan mengenai empat poin komitmen pembangunan yang meliputi:
* Optimalisasi akses jalan menuju Dusun Sidorejo.
* Penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU).
* Pembangunan sarana olahraga warga.
* Program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat desa penyangga.
Selain masalah fasilitas fisik, warga juga melaporkan aktivitas mencurigakan yang diduga berkedok usaha spa atau jasa pijat di sekitar kawasan industri. Fatchullah menyebut keresahan warga muncul karena melihat sejumlah perempuan keluar masuk lokasi usaha tersebut hingga larut malam.
Meskipun belum membawa laporan resmi karena masih memerlukan pendalaman, Fatchullah menegaskan bahwa informasi dari masyarakat ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak melanggar norma sosial dan hukum yang berlaku.
Tanggapan Manajemen KITB: Proses Berjalan dan Nol Toleransi
Menanggapi tuntutan tersebut, Head of Corporate Communication and Community Development KITB, Tanya Liwail Chamdy, menjelaskan bahwa sebagian besar program yang warga tuntut sebenarnya sedang dalam proses berjalan. Namun, ia mengakui adanya kendala komunikasi yang belum optimal ke masyarakat.
Terkait akses jalan, Tanya mengklaim bahwa manajemen sebenarnya sudah membangun jalur menuju Dusun Sidorejo. Pihak pengelola hanya tinggal memerlukan pembahasan aspek keamanan sebelum membuka jalan tersebut secara penuh untuk umum.
Mengenai isu prostitusi, manajemen KITB menegaskan sikap nol toleransi terhadap segala bentuk kemaksiatan. Pihak manajemen meminta masyarakat yang memiliki bukti kuat untuk segera melapor, dan berjanji akan menindaklanjutinya bersama aparat berwenang jika aktivitas ilegal tersebut terbukti.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
