Syafiuddin Dukung Industri Jadi Magnet Investasi Baru di Madura, Dorong Bupati Siapkan SDM dan Regulasi

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabarbaru, Bangkalan – Anggota DPR RI Fraksi PKB, Syafiuddin Asmoro, mendukung pengembangan industri di Pulau Madura, khususnya melalui Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan. Ia menilai kawasan tersebut berpeluang menjadi magnet investasi baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi Madura.
Namun, Syafiuddin mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya fokus mendatangkan investor. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dan regulasi harus menjadi prioritas agar masyarakat Madura benar-benar memperoleh manfaat dari masuknya investasi.
Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura sendiri mendapat dukungan pemerintah melalui kerja sama internasional Two Countries Twin Parks (TCTP) dengan Tiongkok. Pemerintah menyebut kawasan tersebut diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan berpotensi membuka lapangan kerja serta menarik investasi baru.
Syafiuddin menegaskan, pemerintah daerah, termasuk Bupati Bangkalan, perlu menyiapkan masyarakat sejak dini agar tidak hanya menjadi penonton ketika industri mulai beroperasi.
“Yang paling penting, pengembangan kawasan industri ini harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga Madura. Industri yang masuk harus membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat setempat,” tegas Syafiuddin.
Karena itu, menurut dia, pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal harus dipersiapkan seiring dengan rencana masuknya berbagai sektor industri. Sejumlah industri yang direncanakan berkembang di kawasan tersebut antara lain tekstil, benang, polyester, cokelat atau kakao, matras, furnitur, plastik hingga pengalengan ikan.
Selain SDM, Syafiuddin meminta Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyiapkan regulasi yang mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Regulasi, kata dia, harus memberikan kepastian bagi investor tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lokal, terutama dalam persoalan lahan dan keterlibatan warga dalam kegiatan ekonomi kawasan industri.
Ia mengusulkan agar masyarakat tidak serta-merta kehilangan seluruh lahan yang dimiliki. Sebagian lahan dapat digunakan melalui skema kerja sama investasi sehingga warga tetap memiliki keterlibatan dalam perkembangan kawasan industri.
“Jangan sampai kawasan industrinya berkembang, investasinya besar, tetapi masyarakat lokal justru hanya menjadi penonton,” ujarnya.
Syafiuddin juga mendorong pemerintah melakukan sosialisasi secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai tokoh masyarakat Madura, termasuk ulama, kepala desa, camat, kepala daerah dan tokoh masyarakat lainnya.
Menurutnya, komunikasi dengan masyarakat penting agar rencana industrialisasi dapat dipahami secara utuh sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Syafiuddin berharap industrialisasi tidak berhenti pada pembangunan pabrik dan masuknya modal asing. Keberadaan kawasan industri harus menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.
Menurutnya, tumbuhnya kawasan industri akan membuka peluang berkembangnya sektor pendukung seperti UMKM, perdagangan, kuliner, perhotelan, transportasi dan berbagai jasa lainnya.
“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah pengembangan kawasan industri itu harus menyesuaikan dengan budaya dan kearifan lokal,” tegasnya.
Ia menambahkan, karakter masyarakat Madura yang religius juga perlu menjadi perhatian dalam pembangunan kawasan industri. Fasilitas pendukung seperti musala atau masjid, menurutnya, penting disiapkan di lingkungan kawasan industri.
Dengan persiapan SDM, regulasi yang kuat serta keterlibatan masyarakat, Syafiuddin optimistis industrialisasi dapat menjadi momentum bagi Madura untuk naik kelas secara ekonomi.
Ia berharap Wiraraja Madura tidak hanya menjadi kawasan investasi, tetapi benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
