Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Program PPBW UNG Perkuat UMKM Olele lewat Pelatihan Jaring Ijuk untuk Green Curtain

20260819_093149

Jurnalis:

Kabar Baru, Gorontalo— Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PPBW) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) fokus kemaritiman tahun 2026 terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan pembuatan jaring ijuk yang kemudian dirakit menjadi panel Green Curtain untuk mendukung pengembangan tanaman vertikal agro-maritim di kawasan Geosite Taman Laut Olele, Desa Olele, Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 Juni 2026 tersebut melibatkan dua kelompok mitra, yakni UMKM Bunga Desa dan Kelompok Usaha Wisata O’oLanga. Pelatihan menjadi bagian dari Program Pengabdian BIMA skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dengan ruang lingkup pemberdayaan wilayah dan fokus kemaritiman.

Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Sc. Yayu Indriati Arifin, S.Pd., M.Si. dari Universitas Negeri Gorontalo. Dalam pelaksanaannya, tim bersama Prof. Dr. rer. nat. Mohamad Jahja, S.Si., M.Si. dan tenaga teknis memberikan pendampingan kepada peserta, mulai dari pengenalan bahan baku, pengolahan serat ijuk, pembuatan jaring, perakitan panel hingga pemasangan Green Curtain.

Pelatihan tersebut dirancang dengan pendekatan praktik langsung. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada bentuk akhir Green Curtain, tetapi juga dilibatkan dalam proses pembuatannya dari hulu hingga hilir.

Keterampilan Membuat Jaring Jadi Fokus Pelatihan

Serat ijuk yang selama ini banyak dikenal sebagai bahan alam sederhana diarahkan menjadi material yang memiliki fungsi lebih luas. Melalui pelatihan, peserta mempelajari cara mengolah serat ijuk menjadi struktur jaring yang cukup seragam untuk kemudian dirakit menjadi panel Green Curtain.

Pendekatan praktik langsung dinilai penting karena teknologi yang dikembangkan ditujukan untuk dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat. Dengan memiliki kemampuan membuat jaring secara mandiri, kelompok mitra tidak sepenuhnya bergantung pada produk jadi dari luar.

Keterampilan tersebut juga menjadi modal untuk melakukan perbaikan, penggantian serta pemeliharaan panel ketika telah diterapkan di lapangan.

Bunga Desa Diperkuat pada Sisi Produksi

Bagi UMKM Bunga Desa, pelatihan memberikan penguatan pada aspek produksi. Kelompok tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dalam mengolah bahan lokal menjadi tali, jaring hingga panel Green Curtain.

Penguasaan proses produksi diharapkan membuka peluang bagi Bunga Desa untuk mengembangkan jenis produk baru berbasis ijuk. Material lokal tersebut tidak hanya dapat dikembangkan sebagai kerajinan, tetapi juga sebagai komponen teknologi lingkungan maupun produk pendukung kegiatan eduwisata.

Kemampuan mengubah ijuk menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai tambah menjadi salah satu bagian penting dari pemberdayaan. Ke depan, keterampilan tersebut dapat dikembangkan melalui penerapan standar kerja sederhana, peningkatan kualitas jaring, penyempurnaan desain panel hingga pengembangan produk untuk kebutuhan kawasan wisata dan masyarakat.

O’oLanga Diperkuat untuk Mendukung Eduwisata

Sementara itu, keterlibatan Kelompok Usaha Wisata O’oLanga memberikan dimensi berbeda dalam pengembangan Green Curtain. Sebagai kelompok yang bergerak pada layanan wisata di Olele, O’oLanga perlu memahami bagaimana teknologi tersebut dibuat, dirakit dan dirawat.

Dengan terlibat sejak proses pembuatan, anggota kelompok dapat memahami fungsi Green Curtain sekaligus mengembangkan narasi edukasi yang dapat disampaikan kepada wisatawan.

Green Curtain nantinya dapat menjadi bagian dari interpretasi wisata yang memperkenalkan hubungan antara pemanfaatan bahan lokal, tanaman produktif, kehidupan masyarakat pesisir dan pengelolaan lingkungan.

Pengetahuan tersebut juga diharapkan meningkatkan kemampuan O’oLanga dalam melakukan pemantauan kondisi panel dan pemeliharaan sederhana setelah teknologi diterapkan di kawasan wisata.

Green Curtain Dukung Konsep Agro-Maritim

Jaring ijuk yang telah dibuat kemudian dirakit menjadi panel Green Curtain. Panel tersebut berfungsi sebagai media rambat tanaman vertikal sehingga ruang yang terbatas dapat dimanfaatkan secara lebih produktif.

Dalam konteks pengembangan kawasan Olele, Green Curtain ditempatkan dalam pendekatan agro-maritim, yakni menghubungkan pemanfaatan ruang produktif dan tanaman dengan karakter masyarakat pesisir serta identitas Olele sebagai kawasan bahari dan geosite.

Tanaman yang dikembangkan pada panel juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dan wisatawan. Mulai dari proses penanaman, pertumbuhan, perawatan hingga pemanfaatan hasil dapat dikembangkan sebagai bagian dari edukasi lingkungan dan pangan keluarga.

Konsep vertikal juga memungkinkan Green Curtain menjadi elemen visual yang memperkuat titik-titik edukasi di kawasan wisata.

Dari Pelatihan Menuju Keberlanjutan

Program PPBW tidak hanya diarahkan pada kemampuan peserta menghasilkan dan memasang panel Green Curtain. Sasaran yang lebih penting adalah membangun kapasitas masyarakat agar teknologi tersebut dapat dilanjutkan dan dikembangkan setelah program selesai.

Bunga Desa memiliki peran dalam penguatan produksi berbasis ijuk, sedangkan O’oLanga dapat mendukung aspek perakitan, pemeliharaan serta pemanfaatannya dalam kegiatan wisata. Pembagian peran tersebut diharapkan menciptakan ekosistem pemberdayaan yang saling mendukung.

Kegiatan juga melibatkan masyarakat, karang taruna, mahasiswa KKN dan tim pengabdian. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan panel di lapangan.

Pemantauan instalasi dan pengembangan kode QR pada titik-titik eduwisata juga direncanakan sebagai tahap berikutnya. Dengan demikian, Green Curtain tidak hanya hadir sebagai fasilitas fisik, tetapi dapat dilengkapi informasi edukatif yang mudah diakses oleh pengunjung.

Pemanfaatan Ijuk Beri Nilai Tambah bagi Masyarakat

Pengembangan Green Curtain memperlihatkan bagaimana bahan lokal dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi produksi, edukasi, lingkungan dan wisata.

Bagi kelompok usaha, proses tersebut memberikan keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi produk maupun layanan. Bagi masyarakat, teknologi berbasis ijuk menjadi contoh bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan kawasan.

Sementara bagi Geosite Taman Laut Olele, keberadaan Green Curtain diharapkan dapat memperkaya media edukasi mengenai lingkungan, pangan, pemanfaatan bahan lokal dan pengelolaan ruang secara berkelanjutan.

Pelatihan pembuatan jaring ijuk pada akhirnya menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima hasil program, tetapi sebagai pelaku yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membuat, menggunakan, merawat dan mengembangkan teknologi tersebut.

Melalui penguatan UMKM Bunga Desa dan Kelompok Usaha Wisata O’oLanga, Program PPBW UNG Fokus Kemaritiman 2026 mendorong terbentuknya sinergi antara produksi lokal dan pengelolaan wisata. Bunga Desa memperkuat produk berbasis ijuk, sementara O’oLanga mengintegrasikannya ke dalam narasi eduwisata.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat manfaat Green Curtain bagi masyarakat sekaligus mendukung identitas Desa Olele sebagai kawasan pesisir yang produktif, edukatif dan berkelanjutan.

Lokasi: Desa Olele, Kabupaten Bone Bolango
Kegiatan: Pelatihan Jaring Ijuk dan Green Curtain
Program: PPBW – Fokus Kemaritiman 2026
Dokumentasi: Tim PPBW Olele 2026

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store