Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Komisioner KPU Pamekasan Ajak Partisipasi Mahasiswa UNIRA Dalam Pemilu 2024

Jurnalis:

Kabar Baru, Pamekasan – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Madura (UNIRA) gelar Sekolah Pemilu Progresif dengan tema “Tantangan Pemilu Serentak 2024 dalam Peningkatan Indeks Demokrasi,” di Aula Rektor Lantai III (21/01/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Fathor Rochman selaku Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan partisipasinya masyarakat (Parmas) KPU Pamekasan, dan Sukma Umbara Tirta Firdaus, (Bawaslu Pamekasan), juga segenap pihak rektorat UNIRA.

Dalam kesempatan tersebut, Fathor Rochman menuturkan, dalam pemilu yang akan digelar pada 2024 mendatang pemilih punya dua kesempatan, apakah hanya akan diam menjadi peserta pemilih, atau akan menjadi bagian dari penyelenggaraan pemilu.

Baca Juga  DPR RI: Masih Banyak Sekolah Indonesia yang Mengajarkan Materi Intoleransi 

“Banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk turut serta dalam penyelenggaraan pemilu, baik ditingkat kecamatan, maupun desa, seperti, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Panitia Pemungutan Suara (PPS), Pantarlih, maupun KPPS.

Lebih lanjut ia mengimbau kepada mahasiswa supaya mengambil peran dari kesempatan itu, hal tersebut untuk membuktikan bagian dari orang yang berkomitmen untuk penyelenggaraan pemilu yang Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia, Jujur dan Adil. (LUBERJURDIL).

“Jangan biarkan penyelenggara itu hanya diisi oleh menurut pandangan mahasiswa bagian orang orang yang tidak berkomitmen, atau ditenggarai berpotensi menjadi bagian dari konflik,” tegasnya.

Baca Juga  Iwan Syahril: Perencanaan Berbasis Data untuk Perbaikan Kualitas Pendidikan

Lebih lanjut ia menuturkan, partisipasi masyarakat diharapkan lebih banyak dibandingkan tahun 2019, karna pada tahun itu hanya 72,5%. Maka 2024 KPU RI menargetkan partisipasi masyarakat mencapai 78,5%.

“Maka kami dari penyelenggaraan pemilu berupaya melakukan sosialisasi semaksimal mungkin, supaya masyarakat sadar, pemilihan umum ini adalah bagian dari upaya menentukan pemimpin dengan menentukan nasib bangsa selama 5 tahun mendatang,” ucap Fathor.

Pihaknya menegaskan, mahasiswa jangan lengah, dan jangan lupa apa yang sudah disampaikan calon peserta pemilu dalam proses kampanye, baik pemilihan DPRD, Provinsi atau pusat, bahkan pemilihan presiden dan wakil presiden.

Baca Juga  Iwan Syahril: Perencanaan Berbasis Data untuk Perbaikan Kualitas Pendidikan

“Demokrasi di Indonesia adalah sebenarnya demokrasi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, jadi semuanya kembali pada rakyat,” tuturnya.

Ia berharap, mahasiswa jangan hanya menjadi peserta pemilih, harus menjadi bagian dari kontrol, dari proses penyelenggaraan pemilu,” sambungnya.

“Pada tanggal 14 February 2024 mendatang harus benar benar dimanfaatkan dengan baik, karena pada momentum itu menjadi penentu selama 5 tahun mendatang,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store