Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Panggung Senam dan Edukasi, Melawan Perkawinan Anak dari Malang

kabarbaru.co
Peserta Senam Kreasi “Haha-Hihi” menunjukkan selebaran kampanye pencegahan perkawinan anak di sela-sela acara yang diinisiasi oleh Program INKLUSI bersama PP Lakpesdam NU dan Fatayat NU Kabupaten Malang, Minggu (23/8). (Foto: Ist).

Jurnalis:

Kabar Baru, Malang  — Upaya menekan angka perkawinan anak di Jawa Timur mulai menyasar ruang-ruang publik yang dekat dengan aktivitas warga. Pesan perlindungan anak dikampanyekan melalui Senam Kreasi “Haha-Hihi” di GOR Ken Arok, Malang, yang diikuti sekitar 1.000 peserta.Kegiatan yang diinisiasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melibatkan Program INKLUSI bersama PP Lakpesdam NU dan Fatayat NU Kabupaten Malang. Peserta berasal dari 60 kelompok senam se-Malang Raya.

Di sela kegiatan olahraga, peserta mendapat edukasi mengenai risiko perkawinan usia dini melalui dialog interaktif dan pembagian selebaran informasi kepada masyarakat.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, mengatakan penurunan angka perkawinan anak tidak boleh membuat persoalan tersebut diabaikan. Menurut dia, perkawinan anak berkaitan langsung dengan pemenuhan hak dan masa depan generasi muda.

“Meski berangsur turun, persoalan ini tidak boleh dianggap remeh karena menyangkut masa depan anak secara menyeluruh,” tegas Hikmah.

Tim INKLUSI Kabupaten Malang juga mengingatkan bahwa usia minimum perkawinan di Indonesia adalah 19 tahun. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan memperoleh perlindungan

“19 tahun adalah batas minimum perkawinan. Anak berhak tumbuh, belajar, dan terlindungi dari perkawinan anak. Memaksakan perkawinan pada anak bukan hanya melanggar haknya, tetapi juga dapat berhadapan dengan hukum,“ tegas Tim INKLUSI Kabupaten Malang.

Kampanye melalui komunitas dinilai dapat memperluas kesadaran masyarakat karena melibatkan keluarga, perempuan, dan kelompok akar rumput. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pencegahan perkawinan anak tidak berhenti sebagai kampanye, tetapi berkembang menjadi gerakan perlindungan bersama.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store