Sosok Misterius Yenna Yuniana, Bos PT YAT Pemenang Tender Motor Listrik MBG

Jurnalis: Abdul Hamid
Kabar Baru, Jakarta – Nama Yenna Yuniana mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah perusahaannya, PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), memenangkan tender jumbo pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik.
PT Yasa Artha Trimanunggal berdiri sejak 2016 dengan Yenna Yuniana sebagai Beneficial Owner sekaligus Direktur Utama.
Proyek bernilai triliunan rupiah ini bertujuan mendukung distribusi program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebanyak 20.000 unit motor listrik merek Emmo JVX GT akan segera beroperasi di seluruh Indonesia sebagai armada logistik makanan.
Namun, di balik kesuksesan bisnis skala nasional tersebut, sosok Yenna Yuniana menyimpan sisi misterius.
Kantor sekaligus kediaman pribadinya di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terlihat sangat tertutup dengan pagar tinggi.
Warga sekitar serta pengurus RT setempat mengaku jarang berinteraksi atau mengenal Yenna secara pribadi. Bangunan mewah berwarna putih tersebut minim aktivitas meski memegang proyek strategis negara.
Perusahaan dan Kemenangan Tender MBG
PT Yasa Artha Trimanunggal berdiri sejak 2016 dengan Yenna Yuniana sebagai Beneficial Owner sekaligus Direktur Utama.
Perusahaan ini membawahi anak usaha, PT Adlas Sarana Elektrik, bertindak sebagai penyedia armada motor listrik dalam proyek MBG.
Kemenangan tender ini menempatkan Yenna sebagai salah satu pengusaha kepercayaan pemerintah untuk menangani logistik pangan skala besar.
Keberhasilan YAT memenangkan proyek strategis ini memicu rasa penasaran publik terhadap rekam jejak perusahaan.
Meski kini mengelola dana triliunan rupiah, kantor pusatnya justru terkesan sepi tanpa kesibukan mencolok layaknya perusahaan pemenang tender besar.
Hal ini menambah kesan eksklusif terhadap profil Yenna dalam dunia bisnis pengadaan barang dan jasa.
Diperiksa KPK Terkait Skandal Bansos Beras
Nama Yenna Yuniana sebenarnya bukan sosok asing dalam catatan penegakan hukum di Indonesia.
Pada 3 November 2025 lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Yenna sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras tahun 2020.
Kasus di Kementerian Sosial tersebut diduga merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar rupiah.
Pemeriksaan Yenna merupakan bagian dari pengembangan perkara menjerat mantan Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (BGR), Muhammad Kuncoro Wibowo.
PT YAT disebut-sebut pernah menjadi mitra logistik dalam penyaluran bansos beras bermasalah tersebut.
Hingga saat ini, status Yenna Yuniana masih sebagai saksi dan belum terdapat penetapan tersangka terhadap dirinya dalam kasus korupsi tersebut.
Eksklusivitas di Tengah Proyek Strategis
Kombinasi antara profil tertutup dan keterlibatan dalam proyek besar pemerintah menciptakan diskursus di ruang publik.
Sebagai pimpinan perusahaan penggarap proyek distribusi gizi nasional, keterbukaan informasi menjadi hal krusial bagi masyarakat. Publik kini menunggu pembuktian kinerja PT YAT dalam mendistribusikan program prioritas pemerintah tersebut.
Sampai berita ini naik tayang, pihak Yenna Yuniana maupun manajemen PT Yasa Artha Trimanunggal belum memberikan pernyataan resmi terkait pemenangan tender MBG maupun pemeriksaan KPK masa lalu.
Keheningan ini justru semakin mempertebal kesan misterius terhadap gurita bisnis logistik milik pengusaha perempuan tersebut di tengah sorotan kamera nasional.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

