Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Sebelum Lengser, Mahasiswa Desak Jokowi Selesaikan Kasus Rempang 

Jurnalis:

Kabar Baru, Serang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Komisariat Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EKOM-LMND) Universitas Bina Bangsa melangsungkan mimbar bebas memperingati ‘Black September’ yang dinilai sebagai bulan buram pelanggaran HAM berat oleh negara.

Dalam mimbar bebas tersebut pun mahasiswa mengecam kekerasan yang dilakukan aparat terhadap rakyat Rempang, Batam, yang sedang mempertahankan tanahnya yang dirampas paksa negara untuk kepentingan investasi.

“Jokowi-Amin tidak punya komitmen menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu yang banyak terjadi di bulan September. Alih-alih menyelesaikan, Jokowi-Amin malah menambah daftar hitam pelanggaran HAM di Rempang, Batam demi investasi,” kata Rendy Syaputra, Koordinator Lapangan.

Baca Juga  Seperti Halnya Perhitungan Suara Pemilu 2024, Harga Beras di Purwakarta Merangkak Naik

Rendy menyesalkan tindakan rezim Jokowi-Amin yang dinilainya terlalu banyak berbohong untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Hingga masa akhir periode kepemimpinannya, kasus pelanggaran HAM masa lalu tidak ada komitmen untuk diselesaikan.

“Sampai hari ini, nyaris 10 tahun kepemimpinan Jokowi-Amin tidak ada kasus pelanggaran HAM masa lalu diselesaikan. Mulai dari genosida 65, pembunuhan Munir, Salim Kancil, Tanjung Priok, Semanggi II dan lain-lain,” tambah Rendy.

Baca Juga  PKS Minta Kader Kawal Suara Rakyat Hingga Hasil Akhir Ditetapkan KPU RI 

Rendy melanjutkan, di masa rezim Jokowi-Amin ini pihaknya malah menyumbang daftar hitam kasus pelanggaran HAM yang dilakukan secara bengis terhadap rakyat.

Hal tersebut menurut Rendy terjadi baru-baru ini di Rempang, Batam dan Papua.

Pihaknya mengklaim, negara ditangan Jokowi-Amin telah menjelma menjadi monster yang menakutkan karena sudah tidak menjadi pelindung dan memberikan rasa aman terhadap rakyat.

“UUD 1945 dan banyak UU yang diratifikasi telah menjamin rakyat untuk dilindungi oleh negara, dijamin untuk hidup dan aman di negeri sendiri. Tapi perlindungan itu hanya ada di teks. Faktanya rakyat malah digusur paksa,” tegas Rendy.

Baca Juga  Cara Membuat Company Profile yang Efektif dan Profesional: Panduan Lengkap

Rendy mendesak agar Jokowi-Amin di sisa kekuasaannya menyelesaikan kasus HAM masa lalu dan segera mengintruksikan TNI dan Polri untuk menarik pasukannya yang berada di Rempang, Batam dan Papua karena dinilai melanggar HAM.

“Jokowi-Amin harus selesaikan kasus pelanggaran HAM san segera instruksikan TNI dan Polri menarik pasukannya dari Rempang, Batam dan Papua. Karena mereka di sana represif dan tentu melanggar HAM,” tutup Rendy.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store