Rawat Toleransi, Stafsus Kemenag Resmikan Kampung Kerukunan Toraja di Tangerang

Jurnalis: Hanum Aprilia
Kabar Baru, Tangsel – Upaya merawat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia kembali mewujud secara nyata.
Masyarakat Tana Toraja di Tangerang resmi menghadirkan Kampung Kerukunan dan Gedung Sadudulur sebagai simbol harmoni sosial.
Peresmian ini berlangsung bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Gereja Toraja di Getorta Land, Desa Babat, Legok, Kabupaten Tangerang, Minggu (19/04/2026).
Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, hadir langsung untuk meresmikan kawasan terpadu tersebut.
Dalam ceramahnya, Gugun menekankan bahwa kasih persaudaraan wajib masyarakat pelihara dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai kerukunan tidak boleh berhenti pada level wacana, melainkan harus hadir dalam ruang hidup inklusif agar masyarakat dapat saling menerima perbedaan.
Empat Pilar Pengembangan Kawasan Terpadu
Kampung Kerukunan ini memiliki rancangan khusus sebagai pusat penguatan masyarakat melalui berbagai program berkelanjutan.
Gugun Gumilar memaparkan empat poin penting pengembangan kawasan tersebut, meliputi peresmian Gedung Sadudulur (House of Brotherhood) serta penguatan pusat pendidikan.
Selain itu, pembangunan Faith Sport Center dan Echotheology Tourism Center menjadi bagian dari integrasi nilai keagamaan serta lingkungan.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendorong lahirnya masyarakat produktif sekaligus melestarikan budaya adat istiadat.
Program eco-religious tourism juga menjadi inovasi menarik untuk menggabungkan sektor pariwisata dengan nilai-nilai spiritualitas.
Melalui kolaborasi ini, warga Toraja di Tangerang berupaya membangun fondasi sosial kokoh bagi generasi masa depan.
Pesan Persaudaraan dari Getorta Land
Momentum HUT ke-26 Gereja Toraja ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh unsur masyarakat setempat.
Gugun Gumilar berharap gereja terus menjadi pelopor dalam membangun kehidupan sosial harmonis di tengah tantangan zaman.
Semangat kasih dan penghormatan terhadap keberagaman menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas serta persatuan nasional.
Peresmian ini mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa kerukunan bisa terwujud lewat komitmen bersama.
Tokoh-tokoh seperti Pdt Sabara, Pdt Adrial, serta tokoh masyarakat Adrial Rumengan turut memberikan dukungan penuh atas inisiatif mandiri warga tersebut.
Kawasan ini kini siap menjadi laboratorium sosial bagi siapapun ingin belajar mengenai indahnya kebersamaan dalam bingkai NKRI.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

