Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

One Week One Hadis, Cara SMPN 1 Sukatani Tanamkan Generasi Cinta Ilmu BerAkhlak Mulia

IMG_20261031_210915
Siswa SMPN 1 Sukatani mengikuti Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Hadis sebagai bentuk apresiasi atas capaian hafalan sekaligus penguatan karakter religius dan akhlak mulia.

Jurnalis:

Kabar Baru, PURWAKARTA – Komitmen membangun karakter religius peserta didik terus diperkuat SMP Negeri 1 Sukatani (NESKA) Kabupaten Purwakarta. Salah satunya melalui kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Hadis yang menjadi bentuk apresiasi sekaligus hasil dari pembiasaan menghafal ayat suci Al-Qur’an dan hadis yang diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 9 Tahun 2021 dan Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 131 Tahun 2022. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu upaya mewujudkan visi pendidikan melalui program unggulan NESKA.

Kepala SMPN 1 Sukatani, H. Patoni, menjelaskan bahwa wisuda tahfidz bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata dari proses pendidikan karakter melalui pembiasaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Salah satu program yang dikembangkan sekolah adalah One Week One Hadis. Melalui program tersebut, siswa dibiasakan menghafal hadis sebagai bagian dari penguatan pemahaman agama sekaligus penanaman nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap seluruh siswa memiliki sertifikat Tahfidz Hadis dengan capaian minimal menghafal 15 hadis dari total 40 hadis yang menjadi materi pembelajaran. Ini merupakan salah satu ikhtiar sekolah dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik,” ujar H. Patoni. Sabtu (31/10/2026).

Ia menerangkan, materi hadis yang dihafalkan siswa merupakan kumpulan hadis yang disusun oleh Tim Musyawarah Guru AKPK Kabupaten Purwakarta. Materi tersebut menjadi acuan dalam pelaksanaan program hafalan hadis di sekolah.

Menurut Patoni, keberhasilan kegiatan wisuda tahfidz merupakan hasil dari proses habituasi atau pembiasaan yang dilakukan secara bersama-sama dan terjadwal. Para siswa melaksanakan kegiatan hafalan hadis setiap Senin, Rabu, dan Jumat sebelum kegiatan pembiasaan sekolah dimulai.

Dengan demikian, wisuda tahfidz menjadi semacam panen karya dari proses pembelajaran dan pembiasaan yang selama ini dijalankan. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan konsistensi, keterlibatan seluruh warga sekolah, serta dukungan berbagai pihak.

“Kami ingin hafalan Al-Qur’an dan hadis tidak berhenti sebatas kemampuan mengingat. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ungkapnya.

Melalui program tersebut, SMPN 1 Sukatani berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara pengembangan kemampuan akademik dan pembentukan karakter religius. Harapannya, peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki landasan keagamaan yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Hadis tersebut turut dihadiri Pengawas SMP, Yenny Anggraeni, M.Pd., Ketua Komite Sekolah Haji Dedi Marlin, serta Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Drs. Nana Riswana, M.Pd.I. (*)

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store