Pa Guru Salim: Membangun Desa Harus Dimulai dengan Mendengar Suara Warga

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Subang – Konsistensi dalam menjalin silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat terus ditunjukkan Salim, yang akrab disapa Pa Guru Salim. Calon Kepala Desa Koranji, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, nomor urut 3 ini, secara rutin menyambangi warga untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan, harapan, dan kebutuhan masyarakat.
Bagi Pa Guru Salim, kegiatan sambang warga bukan sekadar aktivitas yang dilakukan menjelang pemilihan kepala desa. Kebiasaan tersebut telah melekat dalam dirinya sejak masih aktif berprofesi sebagai tenaga pendidik hingga memasuki masa pensiun.
Kedekatan dengan masyarakat yang terus terjaga itu menjadi salah satu faktor yang mendorong warga memberikan dukungan dan kepercayaan agar dirinya maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Koranji.
Dalam setiap kunjungannya, Pa Guru Salim tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga membuka ruang dialog dengan masyarakat. Dari pertemuan tersebut, berbagai aspirasi dan keluhan warga terungkap, mulai dari persoalan pelayanan kesehatan, pertanian, infrastruktur, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pa Guru Salim mengatakan, komunikasi langsung dengan masyarakat memberikan gambaran nyata mengenai berbagai persoalan yang selama ini dihadapi warga. Menurutnya, setiap masukan yang disampaikan masyarakat merupakan hal penting yang perlu diperhatikan.
“Dari kegiatan silaturahmi ini, ternyata banyak sekali aspirasi dan keluhan masyarakat yang saya dengar. Mulai dari persoalan kesehatan, pertanian, infrastruktur, UMKM, pendidikan, sampai kegiatan sosial lainnya. Semua itu menjadi catatan dan bahan masukan bagi saya untuk memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat Desa Koranji,” ungkapnya saat silaturahmi ke kediaman yang mengeluhkan soal kesehatan yang tak kunjung sembuh di dusun 2 Kampung Garung Desa Koranji. Sabtu (31/10/2026)
Dijelaskannya, berbagai persoalan tersebut tidak cukup hanya didengar, tetapi juga harus menjadi perhatian bersama untuk dicarikan solusi. Ia menilai, pembangunan desa semestinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat serta mendorong peningkatan kesejahteraan warga.
“Seorang pemimpin harus mau turun langsung ke tengah masyarakat, mendengarkan, dan memahami kondisi warganya. Jangan sampai ada persoalan masyarakat yang luput dari perhatian. Karena itu, silaturahmi dan komunikasi harus terus dijaga,” jelasnya.
Menurutnya, kemajuan desa tidak dapat diwujudkan hanya oleh seorang kepala desa. Diperlukan kebersamaan, keterlibatan, serta dukungan seluruh elemen masyarakat agar setiap program pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata.
Ia juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus menjadi salah satu landasan dalam menentukan arah pembangunan desa, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan warga.
Salim berharap, apabila mendapatkan amanah dan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Koranji, budaya silaturahmi, keterbukaan, dan kebiasaan mendengarkan aspirasi warga dapat terus dipertahankan.
“Harapan saya, Desa Koranji ke depan semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, tetap rukun, dan guyub. Mari kita bangun desa ini bersama-sama. Sebab, kemajuan desa bukan hanya tanggung jawab kepala desa, melainkan tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (*)
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
