Michael Tanery Pimpin POBSI Papua Barat Daya, Fokus Cetak Atlet Berprestasi

Jurnalis: Latief
Kabar Baru, Sorong – Michael Ricky Tanery berkomitmen mengembangkan olahraga biliar di Papua Barat Daya melalui pembinaan atlet muda dan penyelenggaraan kompetisi berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Maichel setelah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Papua Barat Daya.
Pengukuhan berlangsung di Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, Jumat (30/10/2026).
MRT sapaan akrab Michael, menurutnya jabatan tersebut bukan sekadar kehormatan.
Namun kepercayaan itu membawa amanah dan tanggung jawab besar untuk memajukan olahraga biliar di daerah.
“Kita tidak hanya berpikir tentang bagaimana membangun organisasi POBSI saja, tetapi juga harus memikirkan bagaimana membangun dan membina atlet,” ujarnya.
Fokus Pembinaan Atlet Muda
Michael mengakui pembinaan atlet menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mengembangkan olahraga biliar.
Karena itu, pengurus akan mencari bibit-bibit muda berbakat. Mereka juga akan membangun kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.
Ia optimistis Papua Barat Daya memiliki banyak generasi muda potensial. Namun, para atlet muda membutuhkan kesempatan, pembinaan, dan ruang untuk menunjukkan kemampuan.
Selain pembinaan, Michael menyoroti keterbatasan fasilitas olahraga biliar di daerah.
Salah satunya belum tersedianya meja snooker untuk mendukung kebutuhan latihan atlet.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, POBSI Papua Barat Daya akan menjajaki dukungan dari berbagai pihak.
Pengurus berencana membangun komunikasi dengan BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta melalui kerja sama maupun sponsorship.
“Kami percaya, jika bekerja bersama-sama, berbagai tantangan tersebut bisa kita hadapi dengan baik,” katanya.
PB POBSI Siapkan Dukungan Pembinaan
Sekretaris Jenderal PB POBSI, Achmad Fadil Nasution, turut menyampaikan dukungan kepada kepengurusan POBSI Papua Barat Daya.
Ia menyampaikan salam hormat dari Ketua Umum PB POBSI, Harita Nusidio, sekaligus ucapan selamat kepada Maichel Riki Taneri dan seluruh pengurus.
Achmad Fadil menegaskan bahwa pengembangan biliar harus mencakup dua aspek. Pertama, pengembangan olahraga secara luas. Kedua, pembinaan prestasi atlet.
Ia juga mendorong pengurus daerah untuk menggelar kompetisi secara berjenjang dan konsisten. Menurutnya, kompetisi menjadi bagian penting dalam mengukur perkembangan kemampuan atlet.
Sebagai bentuk dukungan, PB POBSI membuka kesempatan bagi atlet Papua Barat Daya untuk memanfaatkan fasilitas pusat latihan nasional di Jakarta.
Pusat latihan tersebut menyediakan 14 meja biliar, empat meja snooker, dan dua meja karambol di lantai empat. Selain itu, tersedia 19 meja biliar Predator di lantai dua.
PB POBSI juga siap membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dukungan tersebut mencakup pelatihan singkat, coaching clinic, hingga pendampingan teknis bagi pelatih dan atlet.
Achmad Fadil turut mengingatkan pentingnya kekuatan mental dalam olahraga biliar. Menurutnya, kemampuan teknik saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan.
Atlet juga membutuhkan konsentrasi, ketekunan, daya juang, dan kemampuan mengambil keputusan. Karena itu, ia mendorong penerapan pendekatan sport science dalam proses seleksi dan pembinaan atlet.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
