Menhan Sjafrie: 8000 Prajurit TNI Siap Terbang ke Gaza, Tunggu Update dari BoP

Jurnalis: Abdul Hamid
Kabar Baru, Jakarta – Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa rencana pemberangkatan prajurit TNI ke Gaza dalam misi International Stabilization Force (ISF) masih menunggu keputusan dari Board of Peace (BoP).
Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan penuh, namun tetap mencermati dinamika geopolitik yang sangat tinggi di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut muncul usai Menhan Sjafrie menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (12/03/2026) kemaren.
Sjafrie menyebut instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempersiapkan pasukan sudah terlaksana dengan matang.
Terhambat Eskalasi Konflik Global
Menhan Sjafrie mengakui bahwa hingga saat ini jadwal pasti keberangkatan prajurit belum terlihat. Situasi semakin kompleks menyusul eskalasi ketegangan pasca-pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Dinamika yang sangat dinamis di BoP membuat pemerintah harus ekstra hati-hati dalam mengambil langkah strategis.
“Presiden sudah menginstruksikan kami untuk mempersiapkan pasukan. Kami sudah siap berangkat, tetapi kami menunggu perkembangan dari BoP. Dinamikanya sangat tinggi, sehingga saya belum bisa memastikan waktunya,” ujar Sjafrie di hadapan awak media.
Komitmen Kemanusiaan Indonesia
Dalam menjalankan misi internasional ini, Menhan menekankan bahwa pemerintah tetap berpedoman pada kepentingan nasional dan amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Sjafrie menegaskan bahwa pengiriman pasukan bukan sekadar menghadapi konflik fisik, melainkan membawa misi kemanusiaan yang mendalam untuk melindungi tumpah darah dan martabat manusia.
“Tugas yang kami laksanakan tidak hanya berpikir soal menghadapi konflik, tetapi kami juga harus mengedepankan aspek kemanusiaan sebagaimana tersirat dalam Pembukaan UUD 1945,” tambahnya.
Kesiapan 8.000 Personel TNI
Sebelumnya, dalam KTT Board of Peace di Washington DC pada Februari lalu, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen Indonesia untuk mengirimkan 8.000 prajurit TNI.
Jumlah ini bahkan berpeluang bertambah jika situasi di lapangan membutuhkan dukungan personel yang lebih signifikan guna menjaga gencatan senjata yang telah tercapai.
Sementara itu, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers memproyeksikan total 20.000 tentara dan 12.000 polisi internasional akan bertugas memulihkan situasi pascaperang di Gaza.
Wilayah Rafah yang berbatasan dengan Mesir bakal menjadi titik fokus utama pendaratan pasukan ISF untuk memulai misi stabilitas tersebut.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

