Mengenal Asal Usul Grading Kartu Lokal Indonesia EGS GM dan CGW

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Jakarta – Perkembangan dunia trading card game (TCG) di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat pesat. Mulai dari Pokémon Card, One Piece Card Game, Yu-Gi-Oh!, Digimon, hingga berbagai kartu anime dan koleksi olahraga, semuanya kini memiliki komunitas yang semakin besar di Indonesia. Seiring meningkatnya minat kolektor, muncul juga kebutuhan untuk menjaga kondisi kartu agar tetap aman, rapi, dan memiliki nilai koleksi lebih tinggi. Dari sinilah layanan grading kartu mulai menjadi bagian penting dalam dunia koleksi modern.
Grading kartu merupakan proses penilaian kondisi kartu berdasarkan kualitas fisik, centering, permukaan, sudut, hingga tingkat keaslian kartu. Setelah dinilai, kartu biasanya dimasukkan ke dalam casing khusus atau slab untuk melindungi kartu dari kerusakan. Selain faktor keamanan, grading juga memberikan kesan premium dan meningkatkan daya tarik koleksi.
Jika dahulu kolektor Indonesia hanya mengenal grading internasional seperti PSA atau Beckett, kini Indonesia mulai memiliki beberapa brand grading lokal yang semakin dikenal komunitas. Tiga nama yang cukup sering dibicarakan adalah EGS, GM, dan CGW.
Masing-masing grading memiliki ciri khas dan identitas tersendiri dalam membangun nama di komunitas TCG Indonesia.
EGS (Emporium Grading Service)
Awal Berdiri dan Perkembangan
EGS atau Emporium Grading Service menjadi salah satu grading lokal Indonesia yang cukup dikenal di komunitas TCG modern. Nama EGS mulai muncul dan berkembang sekitar era booming Pokémon dan trading card Indonesia pada awal 2020-an, terutama ketika tren graded card mulai meningkat sangat tajam.
Pada saat itu, banyak kolektor Indonesia mulai kesulitan melakukan grading ke luar negeri karena:
• biaya pengiriman mahal,
• proses sangat lama,
• risiko kehilangan paket,
• serta pajak dan biaya tambahan yang cukup tinggi.
Melihat kondisi tersebut, EGS hadir sebagai salah satu alternatif grading lokal Indonesia dengan konsep modern dan tampilan profesional.
Perkembangan di Tahun 2024
Memasuki tahun 2024, EGS semakin dikenal luas di komunitas kolektor Indonesia. Banyak kolektor mulai menggunakan EGS untuk:
• kartu Pokémon high rarity,
• kartu full art,
• kartu vintage,
• hingga koleksi anime premium.
EGS dikenal memiliki berbagai fitur modern seperti:
• QR verification database,
• hologram keamanan,
• custom label,
• perlindungan UV,
• dan desain slab premium.
Desain slab EGS dianggap cukup modern dan mengikuti gaya grading internasional. Karena itu, banyak kolektor memilih EGS bukan hanya untuk proteksi, tetapi juga untuk display koleksi.
Di tahun 2024, EGS juga semakin aktif di media sosial dan marketplace Indonesia sehingga namanya semakin dikenal komunitas TCG lokal.
GM Grading
Awal Kemunculan
GM menjadi salah satu grading lokal yang mulai dikenal bersamaan dengan berkembangnya budaya graded card di Indonesia. Nama GM cukup sering muncul di marketplace dan grup komunitas TCG lokal sebagai alternatif grading yang lebih mudah dijangkau.
Walaupun informasi resmi mengenai sejarah dan perusahaan GM tidak banyak dipublikasikan, brand ini mulai dikenal komunitas sekitar awal berkembangnya tren grading lokal Indonesia.
Konsep dan Tujuan
GM lebih dikenal sebagai grading lokal yang fokus pada:
• kemudahan akses,
• biaya yang lebih terjangkau,
• dan proteksi koleksi.
Banyak kolektor pemula menggunakan GM untuk mencoba pengalaman grading pertama mereka tanpa harus mengeluarkan biaya besar seperti grading internasional.
Peran di Komunitas Lokal
Keberadaan GM cukup membantu perkembangan budaya grading di Indonesia karena semakin banyak kolektor mulai memahami pentingnya:
• kondisi kartu,
• proteksi,
• dan nilai koleksi jangka panjang.
Walaupun exposure GM belum sebesar grading internasional maupun beberapa grading lokal besar lainnya, nama GM tetap cukup dikenal di komunitas jual beli TCG Indonesia.
CGW (Card Grading World)
Awal Berdiri dan Munculnya Nama CGW
CGW atau Card Grading World menjadi salah satu grading lokal Indonesia yang mulai menarik perhatian komunitas pada era meningkatnya tren slab koleksi di Indonesia. Nama CGW mulai berkembang ketika banyak kolektor mulai melihat graded card bukan hanya sebagai proteksi, tetapi juga bagian dari estetika dan identitas koleksi.
Nama “Card Grading World” sendiri memberikan kesan global dan modern sehingga cukup mudah menarik perhatian kolektor lokal.
Perkembangan CGW di Tahun 2024
Tahun 2024 menjadi salah satu titik penting perkembangan CGW di komunitas Indonesia. Pada tahun ini, nama CGW mulai semakin sering muncul di marketplace, komunitas Facebook TCG, hingga postingan kolektor Pokémon dan anime card.
Banyak kolektor mulai tertarik menggunakan CGW karena desain slab mereka dianggap sangat premium dan memiliki tampilan yang lebih elegan dibanding kebanyakan grading lokal lainnya.
CGW mulai banyak digunakan untuk:
• kartu Pokémon langka,
• kartu vintage,
• kartu anime,
• kartu waifu,
• hingga koleksi display pribadi.
Mengapa CGW Sangat Berkesan Bagi Kolektor?
Di antara grading lokal Indonesia, CGW menjadi salah satu nama yang paling berkesan bagi banyak kolektor. Hal ini bukan hanya karena fungsi grading, tetapi karena pengalaman visual yang diberikan oleh slab mereka.
Banyak kolektor menyukai CGW karena:
• desain label clean,
• casing terlihat mewah,
• tampilan kartu terasa lebih eksklusif,
• dan sangat cocok dijadikan display koleksi.
Tidak sedikit kolektor yang merasa kartu menjadi lebih “hidup” setelah menggunakan slab CGW. Karena itu, banyak komunitas mulai menganggap CGW sebagai grading lokal yang memiliki aura premium dan identitas visual paling kuat di Indonesia.
Pada tahun 2024, CGW semakin dikenal sebagai grading yang cocok untuk:
• centerpiece collection,
• display premium,
• dan koleksi pribadi yang ingin terlihat eksklusif.
Bahkan bagi sebagian kolektor, slab CGW sudah menjadi bagian dari identitas koleksi mereka sendiri.
Perkembangan Grading Lokal Indonesia
Munculnya EGS, GM, dan CGW menunjukkan bahwa dunia koleksi kartu Indonesia semakin berkembang dan semakin serius. Jika dahulu grading hanya identik dengan perusahaan luar negeri, kini kolektor Indonesia juga mulai percaya terhadap layanan lokal.
Grading lokal memberikan banyak keuntungan:
• biaya lebih murah,
• proses lebih cepat,
• minim risiko pengiriman luar negeri,
• dan lebih dekat dengan komunitas Indonesia.
Selain itu, grading lokal juga membantu membangun budaya koleksi yang lebih profesional di Indonesia.
Di antara beberapa grading lokal yang berkembang, CGW menjadi salah satu nama yang paling membekas bagi banyak kolektor Indonesia karena berhasil menghadirkan kombinasi antara proteksi, estetika, dan pengalaman visual premium dalam satu slab grading modern.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

