Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Mahfud Kuasai Debat Keempat, Relawan Timur Tengah: Kita Butuh Pemimpin yang Matang

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Diaspora Indonesia di Timur Tengah dan Afrika yang tergabung ke dalam Relawan GANJARUNA (Ganjar Mahfud Timur Tengah dan Afrika) memuji dan mengapresiasi penampilan Mahfud MD pada debat Cawapres keempat.

Jasa Penerbitan Buku

Apresiasi tersebut dilayangkan pada kegiatan nonton bareng Debat Cawapress yang digelar di Auditorium Bung Karno, Kairo Mesir (21/01/2024).

Nata Sutisna, Ketua Tim Pemenangan Diaspora Kawasan Timur Tengah dan Afrika untuk Ganjar-Mahfud mengatakan Mahfud MD, pasangan dari Ganjar Pranowo menguasai materi karena punya pengalaman teruji.

“Kami sangat terpesona dengan penampilan Prof. Mahfud yang sangat menguasai materi terkait lingkungan hidup berkelanjutan, energi, masyarakat adat, dan pangan. Tak heran, karena Prof. Mahfud punya pengalaman paripurna, ia pernah menjabat di eksekutif, legislatif, bahkan yudikatif. Pengalaman memang tidak bisa dibeli, dan Pak Mahfud punya itu”, ujar Nata yang juga mahasiswa Indonesia di Tunisia.

Selain itu, Nata juga menyebut gagasan dan materi yang disampaikan Mahfud MD konkret karena berasal dari kematangan cara berpikir.

“Pak Mahfud ini selain tokoh berintegritas, juga punya kematangan dalam berpikir. Misalnya saat ia menyebut aktivis lingkungan sebagai subyek hukum atau perlindungan terhadap masyarakat adat. Gagasan tersebut bukan cuma omong-omong, namun telah dilakukan ketika Prof. Mahfud menjabat sebagai ketua MK”, tegas Nata.

Menurut Nata, dalam berbagai penampilan debat, Mahfud MD selalu fokus pada substansi. Karena debat, tambah Nata, bertujuan untuk menjelaskan kepada rakyat terkait program dari para pasangan calon.

“Pemilu ini mahal biayanya. Debat adalah salah satu proses untuk menjelaskan pada publik terkait program dan gagasan yang dibawa Paslon. Pak Mahfud sangat paham, sebab itu ia selalu fokus pada substansi sebagai tanggung jawab pada rakyat”, pungkas Nata.

Sementara itu, Syadila Rizqy Al Anhar, Mahasiswa Indonesia di Mesir menyebut bahwa tema pada debat keempat ini sangat penting diketahui dan dipahami masyarakat. Meskipun di tengah perdebatan, terjadi gimik-gimik yang tidak mencerdaskan.

“Tema keempat ini penting untuk dipahami rakyat. Kami senang Pak Mahfud bisa menjelaskan itu secara terang. Namun di sisi lain, kami juga kecewa karena Mas Gibran selalu menampilkan gimik-gimik dengan gesturnya yang tidak mencerdaskan. Kami rasa apa yang dilakukan Mas Gibran menodai esensi debat,” pungkas Syadil.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store