Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Koperasi Petani Perkuat Peta Jalan Beras Berkelanjutan untuk Kedaulatan Pangan

Jurnalis:

Kabar baru, Boyolali — Penguatan koperasi dinilai menjadi kunci bagi petani kecil untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan pangan. Upaya tersebut menjadi fokus dalam Lokakarya Pengembangan Program Klaster Beras Berkelanjutan yang digelar Aliansi Petani Indonesia (API) di Boyolali, Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Sekretariat Aliansi Petani Padi dan Palawija Organik (APPOLI) itu mempertemukan perwakilan koperasi dan organisasi petani anggota API. Mengusung tema “Petani Berdaya, Pangan Berdaulat, Bangsa Bermartabat”, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk menyusun arah pengembangan beras berkelanjutan serta rencana kerja lima tahun berbasis kebutuhan petani.

Lokakarya dimulai dengan refleksi kondisi koperasi dan organisasi petani di masing-masing wilayah. Melalui diskusi partisipatif, peserta memetakan berbagai persoalan yang masih dihadapi, mulai dari penurunan produktivitas lahan, meningkatnya biaya produksi, keterbatasan modal, minimnya fasilitas pascapanen, hingga kebutuhan regenerasi petani serta peningkatan keterlibatan perempuan.

Proses tersebut dilakukan agar pengembangan program tidak sekadar bertumpu pada pendekatan bantuan, melainkan berdasarkan kebutuhan nyata petani di lapangan.

Melalui program klaster beras berkelanjutan, API mendorong transformasi petani kecil menjadi pelaku ekonomi yang lebih mandiri. Penguatan dilakukan melalui kelembagaan koperasi, transisi agroekologi untuk menghasilkan pangan sehat dan ramah lingkungan, pengembangan usaha bersama, serta perluasan akses pasar.

Sekretaris Jenderal API, M. Nuruddin, mengatakan pengembangan klaster beras berkelanjutan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat organisasi petani sebagai fondasi pembangunan ekonomi pedesaan.

“Klaster beras berkelanjutan dibangun dari pengalaman dan kekuatan yang sudah dimiliki petani. Kita ingin mendorong petani skala kecil menjadi pelaku usaha yang mandiri, mampu mengelola produksi, pengolahan, hingga pemasaran secara lebih kuat melalui koperasi. Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatnya kesejahteraan petani, terwujudnya produksi yang berkelanjutan dab kedaulatan pangan, serta tumbuhnya organisasi petani yang tangguh serta inklusif,” ujarnya.

Selain diskusi, peserta juga melakukan kunjungan pembelajaran ke Rumah Produksi Beras APPOLI. Mereka mempelajari proses pengelolaan mutu beras organik, mulai dari pengeringan gabah, penyimpanan (resting), penggilingan, pemilahan kualitas (grading), penggunaan color sorter, hingga pengemasan produk.

Peserta Lokakarya Pengembangan Program Klaster Beras Berkelanjutan mengunjungi Rumah Produksi Beras APPOLI di Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

Pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa peningkatan nilai tambah beras tidak hanya bergantung pada proses budidaya, tetapi juga kemampuan koperasi mengelola pascapanen dan hilirisasi secara profesional.

Hasil pembelajaran kemudian diterjemahkan dalam penyusunan rencana kerja wilayah. Setiap koperasi menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan masing-masing, mulai dari peningkatan praktik budidaya berkelanjutan, pengembangan komoditas unggulan, optimalisasi pascapanen, advokasi kebijakan untuk petani kecil, hingga penguatan kelembagaan ekonomi yang inklusif.

Ketua APPOLI, Siswadi Endro, menilai lokakarya tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarorganisasi petani dalam menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan.

“Kekuatan koperasi dan organisasi petani tidak hanya terletak pada jumlah anggotanya, tetapi pada kemampuan untuk belajar bersama, bekerja sama, dan membangun sistem usaha yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota. Lokakarya ini menjadi langkah awal untuk memperkuat fondasi tersebut,” katanya.

Forum tersebut juga menghasilkan kesepakatan pembentukan mekanisme koordinasi wilayah untuk memperkuat komunikasi, pendampingan, serta pertukaran pengetahuan antaranggota klaster beras. Selain itu, pembaruan data organisasi dan anggota dinilai penting agar penyusunan program lebih tepat sasaran.

Ke depan, Program Klaster Beras Berkelanjutan diharapkan mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi petani. Tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat posisi tawar petani dalam rantai nilai pangan.

Melalui koperasi, penerapan prinsip agroekologi, pengembangan usaha bersama, serta keterlibatan perempuan dan pemuda, ekosistem pertanian yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan diharapkan dapat terus berkembang.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store