IWDN Dorong Kampus Indonesia Go Global Lewat Kolaborasi Pemerintah

Jurnalis: Arif Muhammad
Kabar Baru, Jakarta — Upaya internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia kian menguat. Islamic World Development Network (IWDN) menggandeng Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan daya saing kampus di tingkat internasional.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan bahwa internasionalisasi menjadi agenda prioritas pemerintah di tengah arus globalisasi pendidikan. Perguruan tinggi, kata dia, dituntut adaptif terhadap dinamika global, mulai dari kurikulum hingga kolaborasi lintas negara.
“IWDN memiliki jaringan global yang sangat potensial untuk mendukung perguruan tinggi kita dalam menjalin kemitraan strategis dengan berbagai institusi di luar negeri. Ini menjadi peluang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan dan riset,” ujar Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. dalam sebuah pertemuan yang membahas strategi penguatan internasionalisasi kampus.
Presiden IWDN, Fakih Fadillah Muttaqin, menyatakan organisasinya siap menjadi penghubung antara kampus di Indonesia dengan institusi pendidikan, lembaga riset, dan organisasi internasional, baik di dunia Islam maupun global. Ia menekankan, internasionalisasi tidak berhenti pada mobilitas akademik, melainkan mencakup penguatan kapasitas institusi dan pengembangan inovasi berbasis kolaborasi.
Menurut Fakih, IWDN telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk mempercepat proses tersebut, seperti kerja sama akademik internasional, konferensi global, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga fasilitasi riset bersama dengan mitra luar negeri. Organisasi ini juga menawarkan dukungan teknis serta akses jaringan bagi kampus yang ingin meningkatkan reputasi globalnya.
“Internasionalisasi kampus bukan sekadar simbol, tetapi merupakan proses transformasi yang menyeluruh. Kami di IWDN ingin memastikan bahwa perguruan tinggi Indonesia memiliki akses dan kapasitas untuk bersaing secara global,” kata Fakih.
Ia menilai, perguruan tinggi Indonesia memiliki potensi besar, terutama di bidang studi Islam, sains, dan teknologi. Keberagaman budaya dan kekayaan intelektual menjadi daya tarik tersendiri bagi mitra internasional. Namun, potensi tersebut perlu dikemas melalui strategi yang tepat agar dikenal luas di tingkat global.
Kolaborasi dengan Kemdiktisaintek, menurut Fakih, menjadi langkah penting untuk memastikan program internasionalisasi berjalan terarah dan berkelanjutan. Pemerintah berperan dalam penyusunan kebijakan dan penyediaan fasilitas, sementara IWDN memperluas jaringan serta mempercepat implementasi program.
Prof. Fauzan menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan internasionalisasi. Dosen dan peneliti didorong aktif dalam publikasi internasional dan forum ilmiah global, sementara mahasiswa perlu mendapat akses pada program pertukaran dan kegiatan internasional.
“Internasionalisasi tidak akan berhasil tanpa kesiapan sumber daya manusia. Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia di panggung internasional, mulai dari peningkatan reputasi, penarikan mahasiswa asing, hingga produksi riset yang berdampak luas. Di tengah persaingan global yang kian ketat, internasionalisasi menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

