Dinilai Tidak Becus, Kiai Said Aqil Siroj Didesak Mundur dari Komut PT KAI

Jurnalis: Aldy Maulana
Kabar Baru, Jakarta – Desakan terhadap evaluasi kepemimpinan di tubuh PT Kereta Api Indonesia (Persero) menguat pasca insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Ketua Solidaritas Pemuda Nasional, Doni Yusuf Setiawan, secara tegas meminta pencopotan Komisaris Utama PT KAI, Said Aqil Siroj.
“Kami mendesak pemerintah segera mencopot Komisaris Utama PT KAI karena dinilai tidak kompeten dalam menjalankan fungsi pengawasan,” ujar Doni.
Ia menilai, posisi Komisaris Utama memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan sistem pengawasan berjalan optimal, termasuk dalam aspek keselamatan operasional.
“Peristiwa ini tidak bisa dianggap biasa. Ini menunjukkan lemahnya kontrol di level Komisaris Utama. Seharusnya ada pengawasan yang kuat agar potensi risiko di lapangan bisa diminimalisir,” lanjutnya.
Menurut Doni, jabatan Komisaris Utama bukan sekadar simbol, melainkan memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya perusahaan secara menyeluruh.
“Kalau pengawasan di tingkat Komisaris Utama berjalan efektif, kejadian seperti ini seharusnya bisa diantisipasi. Karena itu, kami menilai perlu ada langkah tegas berupa pencopotan,” tegasnya.
Desakan tersebut menambah tekanan terhadap posisi Komisaris Utama PT KAI di tengah sorotan publik pasca insiden yang terjadi.
“Insiden tragis ini menjadi catatan hitam bagi jajaran komisaris dan direksi PT KAI menjadi sejarah kelam perkeretaapian” Pungkasanya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

