Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Asisten Raffi Ahmad Diisukan Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Warganet Layangkan Kritik Pedas

Foto Raffi Ahmad bersama Asistennya Mufli Budi Ananda (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Isu penunjukan Mufli Budi Ananda, asisten pribadi selebritas Raffi Ahmad, sebagai Komisaris PT Krakatau Posco memicu gelombang penolakan masif di media sosial. Publik melayangkan kecaman keras karena menilai langkah tersebut mencederai profesionalisme dan menabrak prinsip kompetensi dalam tata kelola perusahaan strategis.

Warganet menganggap penunjukan ini tidak masuk akal. Pasalnya, PT Krakatau Posco merupakan perusahaan joint venture raksasa antara BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan raksasa Korea Selatan, POSCO. Perusahaan ini memegang peran krusial dalam hajat hidup infrastruktur dan industri baja nasional.

Gelombang kritik kian memanas setelah riwayat pendidikan Mufli mencuat ke publik melalui data PDDikti yang menunjukkan ia merupakan lulusan Diploma III (D3) Teknik Listrik. Netizen menilai rekam jejak tersebut sangat tidak kompeten untuk menduduki kursi dewan pengawas korporasi skala internasional.

Kritik tajam dari masyarakat sebagian besar menyasar fenomena “orang dalam” (privilege). Fenomena ini dinilai semakin merusak standar penunjukan jabatan publik maupun korporasi yang terafiliasi dengan negara.

Masyarakat menyayangkan jika posisi strategis yang seharusnya diisi oleh para ahli tata kelola perusahaan, pakar hukum korporasi, atau insinyur senior, justru jatuh kepada sosok yang rekam jejaknya lebih banyak mengurus agenda harian selebritas.

“Banyak lulusan S2 dan S3 teknik atau manajemen yang berkompeten di luar sana, tapi posisi komisaris perusahaan baja malah dikasih ke asisten artis yang cuma lulusan D3,” tulis salah satu komentar warganet yang viral di platform X pada Minggu (28/6/2026).

Akibat sentimen negatif yang terus meluas, publik kini mendesak Kementerian BUMN serta jajaran direksi PT Krakatau Steel dan POSCO untuk segera memberikan klarifikasi terbuka. Publik menuntut transparansi mengenai uji kelayakan (fit and proper test) jika penunjukan tersebut benar-benar terjadi.

Hingga berita ini naik, manajemen PT Krakatau Posco belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah atau membenarkan isu yang beredar. Begitu pula dengan Raffi Ahmad dan Mufli Budi Ananda yang masih memilih bungkam di tengah riuhnya desakan publik.

Jika rumor ini terbukti benar, kelompok masyarakat sipil dan warganet mengancam akan terus mengawal isu ini. Langkah tersebut menjadi bentuk protes terhadap kemunduran meritokrasi di tubuh industri strategis tanah air.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store