Lewat Drama hingga Miniatur, Santri MA Al-Umm Malang Kampanyekan Budaya Antikorupsi

Jurnalis: Nurisul Anwar
Kabar Baru, Malang – Madrasah Aliyah (MA) Al-Umm Kota Malang terus berkomitmen membentengi moral para santrinya dari bahaya laten korupsi.
Komitmen nyata ini mewujud dalam kegiatan kokurikuler bertajuk Pendidikan Karakter dan Budaya Anti Korupsi pada Kamis (21/5/2026) kemaren.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut berpusat di Kompleks Pondok Pesantren Al-Umm, Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang.
Seluruh santri, jajaran dewan guru, serta staf tata usaha MA Al-Umm memulai rangkaian acara dengan apel bersama.
Suasana khidmat menyelimuti kompleks pesantren saat lagu Indonesia Raya berkumandang, menegaskan bahwa integritas menjadi modal utama menuju Indonesia Emas.
Kepala MA Al-Umm, Ustadz Abd. Wahid, S.Pd., M.Si., menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh aspek moral keagamaan.
Ia menegaskan bahwa budaya anti-korupsi harus bermula dari pembiasaan jujur pada hal-hal kecil di keseharian santri, bukan sekadar teori.
“Korupsi itu bukan sekadar angka jutaan hingga miliaran pemberitaan kasus korupsi di televisi maupun media sosial, melainkan bermula dari runtuhnya integritas diri. Mencontek saat ujian adalah korupsi kejujuran, dan sengaja terlambat masuk kelas adalah korupsi waktu,” tegas Ustadz Abd. Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalis Kabarbaru di Kota Malang, Jumat (22/05/2026).
Ia juga mengingatkan para santri tentang amanah mulia sebagai generasi madrasah dengan mengutip dalil agama.
“Ingatlah sabda Rasulullah SAW: ‘La’ana Rasûlullâhi shallallâhu ‘alaihi wa sallama ar-râsyiya wal murtasyiya’—Rasulullah melaknat penyuap dan yang menerima suap. Lulusan Al-Umm wajib menjadi garda terdepan dalam menginternalisasi jiwa integritas dan menyemaikan budaya jujur di tengah masyarakat,” tambahnya.
Padukan Hukum Positif dan Muraqabah
Pihak madrasah mengemas kegiatan kokurikuler ini secara interaktif melalui gelar karya kreatif santri.
Menggunakan metode integral curriculum, acara ini menyelaraskan wawasan hukum positif, nilai kebangsaan, dan konsep muraqabah atau merasa senantiasa diawasi oleh Allah SWT.
Sepanjang hari, para santri mendalami sembilan nilai utama integritas. Nilai-nilai tersebut meliputi kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan.
Untuk memperkuat pemahaman, panitia melibatkan santri dalam diskusi kelompok yang dipandu guru mata pelajaran terpumpun.
Mereka memecahkan studi kasus bertema keadilan, lalu membuat aksi kreatif seperti poster digital, miniatur tata kelola kota, serta mading edukasi mengenai bahaya korupsi.
Harapan Melahirkan Pemimpin Jujur
Melalui agenda ini, MA Al-Umm berharap dapat melahirkan lulusan yang unggul secara akademis, mumpuni dalam ilmu syar’i, sekaligus kokoh secara spiritual.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Divisi Pendidikan Yayasan Bina Al-Mujtama’, K.H. M. Mujib Anshor, SH., M.Pd.I.
“Karakter amanah yang tertanam kuat selama di Pondok Pesantren Al-Umm ini harus menjadi bekal abadi bagi santri saat melangkah ke perguruan tinggi dan kelak menjadi pemimpin bangsa yang bersih dan berintegritas,” ujar K.H. M. Mujib Anshor.
Ia menambahkan, praktik baik yang terpupuk sejak dini akan mengantarkan santri menjadi manusia unggul yang siap bersaing di kancah global.
Suasana kegiatan juga semakin semarak dengan penampilan drama kolosal, pembacaan puisi kebangsaan, hingga lantunan nasyid islami di auditorium madrasah.
Tim penjamin mutu pendidikan MA Al-Umm menilai langsung setiap karya santri. Mudir Tanfidzi Pondok Pesantren, KH. M. Syu’aib Alfaiz, Lc., M.Si., juga hadir langsung meninjau seluruh karya kreatif tersebut.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

