Pentingnya Perhatian Keluarga terhadap Kesehatan Mental Anak

Editor: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Opini – Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak dan remaja. Pada masa pertumbuhan, anak tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian, kasih sayang, serta lingkungan keluarga yang harmonis. Keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kondisi emosional dan psikologis anak. Ketika hubungan dalam keluarga tidak berjalan dengan baik, hal tersebut dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental anak.
Salah satu kondisi keluarga yang dapat memengaruhi perkembangan mental anak adalah keluarga broken home. Broken home biasanya terjadi akibat perceraian orang tua, konflik keluarga yang berkepanjangan, atau kurangnya keharmonisan dalam rumah tangga. Kondisi tersebut sering kali membuat anak mengalami tekanan emosional karena kehilangan rasa aman dan dukungan dari keluarga. Anak yang berada dalam situasi seperti ini dapat mengalami berbagai permasalahan psikologis yang memengaruhi kehidupan mereka.
Berdasarkan hasil penelitian dalam jurnal Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, kesehatan mental remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perceraian orang tua, perundungan, pelecehan seksual, trauma masa lalu, serta gaya hidup yang tidak sehat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya berbagai gangguan perilaku seperti berkata kasar, bolos sekolah, berkelahi, hingga penyalahgunaan alkohol. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang.
Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental juga menjadi salah satu penyebab masalah ini sering diabaikan. Banyak orang tua yang lebih fokus pada kebutuhan materi anak, namun kurang memperhatikan kondisi emosional dan psikologis mereka. Padahal, perhatian dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting dalam menjaga kesehatan mental anak.
Anak yang tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis sering kali merasa kesepian, tidak dihargai, bahkan kehilangan rasa percaya diri. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, maka dapat berdampak pada perkembangan sosial dan akademik anak. Mereka mungkin menjadi sulit bergaul, mengalami kesulitan belajar, atau menunjukkan perilaku yang menyimpang sebagai bentuk pelampiasan emosi.
Oleh karena itu, peran keluarga sangat penting dalam menjaga kesehatan mental anak. Orang tua perlu menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, komunikasi yang terbuka, serta memberikan perhatian terhadap kondisi emosional anak. Dengan adanya dukungan dari keluarga, anak akan merasa lebih aman dan memiliki tempat untuk berbagi berbagai perasaan maupun masalah yang mereka hadapi.
Selain keluarga, sekolah juga memiliki peran dalam membantu menjaga kesehatan mental anak. Guru dapat memberikan perhatian terhadap perilaku dan kondisi psikologis siswa di sekolah. Jika terdapat siswa yang menunjukkan tanda-tanda mengalami masalah emosional, sekolah dapat bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan dukungan yang diperlukan.
Pada akhirnya, kesehatan mental anak tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab keluarga dan lingkungan sekitar. Anak yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan serta berkembang menjadi individu yang lebih percaya diri dan mandiri. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental anak perlu ditingkatkan agar generasi muda dapat tumbuh secara sehat baik secara fisik maupun psikologis.
Sumber Referensi
Hudi, I., Purwanto, H., Defi, K., Bintang, P. N., Dewi, S., Solehatunisa., & Nuraliffah, W. (2024). Kesehatan Mental Anak di Dalam Keluarga Broken Home. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi.
Penulis : Fakhirah Raya Shakila, Teknik Kimia, Universitas Mulawarman.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

