Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Inilah Kisah Sejarah Dan Tokoh Ulama Besar Nusantara Pendiri Masjid Agung Purwakarta

Jurnalis:

Inilah Kisah Sejarah Dan Tokoh Ulama Besar Nusantara Pendiri Masjid Agung Purwakarta

Kabar Baru, Purwakarta – Haol Syekh Baing Yusuf Ke-169, merupakan tokoh ulama besar Nusantara yang memprakarsai berdirinya Masjid Agung Purwakarta pada tahun 1826 yang memiliki 3 buah kubah yang mengandung nilai filosofi yakni Iman, Islam dan, Ikhsan.

Rd.H Moch Yusuf bin Raden Djajanegara atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Baing Yusuf tokoh ulama besar di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat memprakarsai terbangunnya Masjid Agung Purwakarta.

Beliau lahir di Bogor pada tahun 1709 dan wafat pada 1854. Baing Yusuf memiliki murid yakni Sheikh Nawawi Al Bantani yang kemudian melahirkan Sheikh Kholil Bangkalan Madura.

Joki Tugas

Guru Syekh Nawawi al-Bantani Banten yang juga Imam Besar Masjidilharam itu rupanya menyelipkan pesan dalam 3 kubah masjid sebagai rukun agama yakni Iman, Islam dan Ikhsan sebagai pondasi yang harus menjadi pedoman hidup umat manusia.

“Konsistensi syekh Yusuf dalam penyebaran Islam bukan hanya di Purwakarta dan Tatar Pasundan tetapi melanglang buana maka Syekh Baing Yusuf dinobatkan Maha Guru Ulama se Nusantara abad ke 19 oleh ahli filologi,” jelas Duriah dari garis keturunan Syekh Baing Yusuf, Amal Sibyan, Minggu (10/9/2023).

Untuk memperingatinya,pada Sabtu, Minggu dan Senin lusa (9,10 dan 11 Septemper 2023) akan digelar Haol Syekh Baing Yusuf ke 169.

” Tujuan haul ini, selain menyamakan instrumen berdasarkan sanad keilmuan dan nasad keturunan juga memperekat tali silaturahmi. Baing Yusuf keturunan ke-21 Eyang Prabu Siliwangi,” ungkapnya.

Diakuinya, panitia haul Syekh Yusuf yang melibatkan Duriah dan Jatman Purwakarta sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk home stay untuk para ulama dan jemaah dari Bangkalan Madura, Banten, dan jemaah se-Nusantara.

Hari pertama haul, lanjut dia, telah diisi dengan Rotibul Kubro dan Khatmil Qur’an di Mesjid Agung dan Makam Karamah Baing Yusuf yang berada di sekitar masjid.

Hari kedua diisi dengan halaqah sanad keilmuan dan nasab keturunan Syekh Baing Yusuf bertempat di Pendopo Pemkab Purwakarta. Dan terakhir hari Senin akan membedah tentang naskah kuno Syekh Yusuf oleh ahli filologi DR Ahmad Ginanjar Syaban.

Sejumlah ulama dan inohong serta para mantan Bupati Purwakarta menghadiri haol ke 169, termasuk Mudir Imdloiyyah Idaroh Wustho Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Jawa Barat, KH Eep Nurudin.

Bahkan dikabarkan Habib Lutfhi Assyegaf telah mengetahui akan adanya haul Baing Yusuf. “Namun untuk Abah Lutfhi mah waktunya tentatif artinya bisa datang atau tidak. Karena menurut informasi, di hari yang sama beliau ada kegiatan di Indramayu,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store