Haji Munawir Masuk Radar Dugaan Kasus Rokok Ilegal, Aktivis Desak KPK Segera Bertindak!

Jurnalis: Muhammad Oby
Kabarbaru, Malang – Sorotan terhadap dugaan penyimpangan di sektor cukai dan kepabeanan di Jawa Timur kian meluas. Tidak hanya berhenti pada pola distribusi dan peredaran barang kena cukai, perhatian kini mulai mengarah pada sejumlah pelaku usaha yang disebut-sebut masuk dalam radar penelusuran aparat penegak hukum.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan terus memperdalam kajian terhadap kemungkinan adanya praktik yang tidak sesuai ketentuan dalam rantai industri hasil tembakau. Pendalaman ini mencakup aspek produksi, distribusi, hingga pengawasan yang dinilai berpotensi menyimpan celah.
Dalam perkembangan terbaru, nama Haji Munawir, yang dikenal sebagai Bos PT Gunung Cengkeh di Malang, mulai ikut disebut dalam berbagai informasi yang beredar di lapangan. Meski belum ada pernyataan resmi mengenai status hukum yang bersangkutan, sejumlah sumber menyebut namanya masuk dalam radar penelusuran.
“Beberapa nama sudah mulai dipetakan dalam proses pendalaman. Salah satunya Haji Munawir,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Informasi yang berkembang mengaitkan dugaan tersebut dengan aktivitas distribusi dan peredaran produk hasil tembakau yang dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut, terutama terkait kesesuaian dengan aturan cukai yang berlaku.
Tidak hanya itu, isu ini juga berkembang ke dugaan adanya jaringan distribusi lintas wilayah yang memungkinkan produk beredar secara luas tanpa pengawasan optimal. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada potensi penerimaan negara serta menciptakan ketimpangan di dalam industri.
Sejumlah kalangan menilai, apabila dugaan tersebut benar, maka persoalan ini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan mengarah pada persoalan yang lebih sistemik dalam tata kelola sektor cukai.
Desakan pun mulai menguat agar KPK tidak hanya fokus pada satu atau dua pihak saja, tetapi berani membuka seluruh jaringan yang diduga terlibat, termasuk pelaku usaha yang namanya mulai mencuat.
Aktivis Gempar Malang, Moh. Ali, turut angkat suara dan mendesak KPK untuk tidak ragu menelusuri dugaan keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam berbagai informasi lapangan.
“Kami mendesak KPK segera memanggil dan memeriksa Haji Munawir terkait dugaan yang berkembang. Jangan sampai penegakan hukum terkesan tebang pilih,” tegas Moh. Ali.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penanganan kasus agar publik tidak dibiarkan berspekulasi.
“Kalau memang tidak terbukti, sampaikan secara terbuka. Tapi jika ada pelanggaran, harus ditindak tegas tanpa kompromi,” tambahnya.
Sementara itu, pihak KPK melalui juru bicaranya sebelumnya menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berlangsung guna memastikan kesesuaian antara aturan dan praktik di lapangan.
“Masih dalam proses pendalaman untuk memastikan kesesuaian prosedur dengan praktik di lapangan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan dugaan kasus di sektor cukai ini masih terbuka untuk berkembang, termasuk kemungkinan menyentuh lebih banyak pihak dan mengungkap persoalan yang lebih luas dalam sistem pengawasan di Indonesia.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

