5 Belanja Tak Wajar di Komdigi Dibongkar Sistem AI, Nilainya Fantastis

Jurnalis: Muhammad Oby
Kabarbaru, jakarta – Penggunaan anggaran negara di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian datang dari praktisi teknologi sekaligus pengembang Artificial Intelligence (AI), Abil Sudarman, yang mengklaim menemukan sejumlah pengadaan janggal melalui sistem buatannya.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Abil memperlihatkan dashboard early warning system berbasis AI yang dirancang untuk mendeteksi indikasi pengadaan tidak wajar, mulai dari tingkat daerah hingga kementerian.
“Kalian lihat ini, ini dashboard early warning system untuk pengadaan-pengadaan aneh di seluruh Indonesia,” ujar Abil sambil mendemonstrasikan sistem tersebut.
Dalam salah satu unggahannya, ia menyoroti hasil analisis AI yang menempatkan Komdigi sebagai instansi dengan pengadaan paling tidak lazim.
“Pengadaan tahun ini yang gue lihat paling aneh, dimenangkan oleh Komdigi. Kalau kemarin loker aneh, sekarang pengadaan teraneh,” ungkapnya.
Berikut sejumlah temuan pengadaan yang dilabeli “aneh” oleh sistem AI tersebut:
1. Sewa Tanaman Hias Capai Rp1,17 Miliar
AI mendeteksi anggaran sewa tanaman hias untuk area tertentu di lingkungan Komdigi, termasuk ruang pimpinan dan rumah dinas, dengan nilai mencapai Rp1,17 miliar per tahun. Nilai ini dinilai tidak proporsional untuk kebutuhan estetika.
“Rp 1 miliar buat sewa tanaman hias, buat apaan itu? Gue rasa dia bikin Garden by the Bay yang kayak di Singapura,” sindir Abil.
2. Sewa Taman Indoor Rp1,14 Miliar
Selain itu, terdapat pengadaan sewa taman indoor senilai Rp1,14 miliar per tahun. Sistem AI mengategorikan belanja ini sebagai non-prioritas yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap pengelolaan anggaran publik.
3. Pemeliharaan Akuarium Rp153 Juta
Pengeluaran untuk pemeliharaan akuarium di area kerja pimpinan juga menjadi sorotan, dengan nilai mencapai Rp153 juta.
“Akuarium apa ini Rp153 juta? Jadi ikan apa yang hidup di akuarium ini? Kenapa bisa Rp150 juta pemeliharaannya?” kata Abil mempertanyakan.
4. Perawatan Kolam Ikan Koi Rp126 Juta
Tak hanya itu, anggaran pemeliharaan kolam ikan koi sebesar Rp126 juta per tahun turut dinilai tidak relevan dengan fungsi utama kementerian dan berisiko menimbulkan kecemburuan sosial.
5. Sewa Pengharum Ruangan Rp360 Juta
Pengadaan lain yang ikut disorot adalah sewa pengharum ruangan senilai Rp360 juta. AI menilai angka tersebut terlalu tinggi untuk kebutuhan operasional dasar perkantoran.
Abil menjelaskan bahwa seluruh data tersebut dianalisis secara otomatis oleh sistem AI miliknya. Teknologi tersebut memberikan penandaan (labeling) terhadap item pengadaan yang memiliki indikasi kuat sebagai belanja tidak esensial atau tidak selaras dengan fungsi utama instansi.
Temuan ini pun memantik diskusi publik terkait transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran negara, khususnya dalam belanja yang bersifat penunjang dan non-prioritas.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

