KPK Benarkan Pemanggilan Haji Her Terkait Penyidikan Dugaan Suap di Bea Cukai, Tapi Mangkir!

Jurnalis: Muhammad Oby
Kabar Baru, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah menjadwalkan pemanggilan terhadap pengusaha tembakau asal Madura, Jawa Timur, H. Khairul Umam atau yang dikenal luas dengan sapaan Haji Her.
Pemanggilan tersebut berkaitan dengan proses penyidikan dugaan perkara suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya agenda pemanggilan terhadap Haji Her. Namun, ia menyebut yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik pada jadwal yang telah ditentukan.
“Benar, yang bersangkutan dijadwalkan hadir untuk memberikan keterangan. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi terkait ketidakhadirannya,” ujar Budi saat dikonfirmasi Jurnalis Kabarbaru.co di Jakarta, Selasa (07/04/2026).
KPK memastikan akan kembali menjadwalkan pemanggilan ulang guna melengkapi kebutuhan keterangan dalam proses penyidikan yang sedang berjalan.
Lembaga antirasuah itu juga mengingatkan pentingnya sikap kooperatif dari para pihak yang dipanggil sebagai saksi.
“Kami mengimbau setiap saksi yang dipanggil agar hadir memenuhi kewajiban memberikan keterangan, karena hal tersebut dibutuhkan dalam rangka penegakan hukum,” tambahnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Ketua Yayasan Haji Her Peduli Indonesia, Muhammad Taufik sempat memberikan klarifikasi atas beredarnya informasi yang menyebut Haji Her telah menjalani pemeriksaan oleh KPK.
Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar dan dinilai berpotensi merugikan nama baik pihaknya.
“Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut Haji Her sudah diperiksa KPK adalah tidak benar. Informasi tersebut keliru dan perlu diluruskan,” kata Taufik dalam pernyataan tertulisnya.
Menurutnya, sosok Haji Her selama ini dikenal sebagai pelaku usaha yang aktif mendukung sektor pertanian tembakau, khususnya di wilayah Madura.
Ia menyebut Haji Her turut berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi petani melalui pembelian hasil panen tembakau secara berkelanjutan.
Haji Her sendiri memiliki nama lengkap Khairul Umam dan dikenal sebagai pengusaha asal Pamekasan yang bergerak di sektor pengolahan tembakau melalui PT Bawang Mas Group.
Selain bisnis tembakau, ia juga mengembangkan usaha di bidang kuliner melalui Bento Group Indonesia yang menaungi jaringan Bento Kopi.
Hingga kini, KPK masih mendalami berbagai informasi yang berkaitan dengan perkara dugaan suap di Ditjen Bea dan Cukai, termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang dianggap mengetahui konstruksi perkara.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

