Perlukah Minum Air Minum Alkaline Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Editor: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Jakarta – Saat puasa, tantangan paling terasa itu bukan cuma lapar, tapi justru haus dan kurang cairan. Itulah kenapa, di tengah kondisi Ramadhan 2026 ini, tren air minum alkaline makin naik daun karena diklaim lebih nyaman diminum dan mendukung keseimbangan cairan tubuh.
Fun fact! Rasa air yang “enak di mulut” sering bikin seseorang minum lebih banyak tanpa sadar, sehingga menjadi kebiasaan minum yang konsisten.
Namun pertanyaannya, perlukah minum air minum alkaline saat puasa, atau air mineral biasa sebenarnya sudah cukup? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Tantangan Hidrasi Saat Puasa
Selama puasa, tubuh benar-benar bergantung pada cadangan cairan selama 12-14 jam tepatnya dari waktu sahur dan berbuka. Kalau asupan kurang, risikonya bisa muncul tanpa disadari, seperti:
- Dehidrasi ringan
- Tubuh lemas dan cepat capek
- Sakit kepala
- Sulit fokus dan gampang ngantuk
Masalahnya, rasa haus sering datang terlambat. Saat kamu sudah haus, tubuh sebenarnya sudah mulai kekurangan cairan. Maka dari itu, strategi minum justru jadi jauh lebih penting selama berpuasa.
Beda Air Minum Alkaline dan Air Biasa
Biar lebih jelas, perhatikan perbandingkan antara air alkaline dan air mineral biasa sebagai berikut:
| Aspek | Air Minum Alkaline | Air Mineral Biasa |
| pH | Umumnya 8–9 | ±7 (netral) |
| Rasa | Lebih lembut bagi sebagian orang | Netral |
| Fungsi utama | Hidrasi + preferensi rasa | Hidrasi |
| Kewajiban saat puasa | Tidak | Tidak |
| Cocok untuk | Opsional, karena orang yang menderita gangguan ginjal kronis, dan asam lambung harus membatasi minum ini. | Semua orang |
Perlu digarisbawahi bahwa air alkaline dan air mineral biasa keduanya sama-sama aman selama memenuhi standar kualitas air minum dalam kemasan. Khususnya pada penderita gangguan ginjal maupun asam lambung tidak boleh berlebihan minum air alkaline karena dapat memicu ketidakseimbangan basa, beban kerja ginjal, sekaligus iritasi saluran pencernaan.
Apakah Air Minum Alkaline Perlu Saat Puasa?
Jawabannya adalah tidak wajib.
Prinsip utama saat puasa tetap cukup minum, bukan minum jenis air tertentu. Air minum alkaline bukan keharusan, tapi bisa menjadi opsi tambahan bagi kamu yang merasa lebih nyaman. Hal yang terpenting adalah menerapkan pola minum teratur seperti pola 2-4-2, yakni:
- 2 gelas saat sahur
- 4 gelas dari berbuka sampai malam
- 2 gelas sebelum tidur
Dengan pola ini, tubuh punya cadangan cairan yang lebih stabil. Ingat, total cairan harian lebih menentukan daripada sekadar memilih air alkaline atau bukan.
Tips Menjaga Hidrasi Optimal Selama Puasa
Biar puasa tetap lancar dan tubuh nggak gampang drop, coba terapkan tips berikut:
1. Jangan lewatkan minum saat sahur
Sahur itu bukan cuma soal makanan. Minum cukup di sahur membantu tubuh bertahan lebih lama tanpa cairan hingga waktu berbuka.
2. Minum bertahap saat berbuka
Hindari minum terlalu banyak sekaligus. Minum sedikit-sedikit tapi rutin lebih efektif untuk hidrasi.
3. Batasi minuman manis berlebihan
Minuman tinggi gula justru bikin cepat haus dan kurang efektif menggantikan cairan tubuh.
4. Perhatikan sinyal tubuh
Urine berwarna kuning pucat menandakan hidrasi cukup. Kalau terlalu gelap, tandanya kamu kurang minum.
5. Pilih air yang nyaman diminum
Air yang rasanya lembut termasuk air minum alkaline bagi sebagian orang, membantu kamu lebih konsisten minum tanpa dipaksa.
Bagaimana dengan pH Air Menurut Ilmu Kesehatan?
Tubuh manusia sebenarnya punya sistem alami untuk menjaga keseimbangan pH melalui ginjal dan paru-paru. Artinya, minum air dengan pH tertentu tidak akan langsung mengubah pH darah.
Sebagian studi tentang air pH tinggi masih terbatas dan tidak bisa digeneralisasi untuk semua kondisi. Itulah mengapa, klaim bahwa air alkaline adalah “solusi ajaib” perlu disikapi dengan bijak. Namun, sebagai bagian dari kebiasaan minum yang baik, air minum alkaline bisa menjadi alternatif, terutama jika membantu kamu minum lebih cukup saat puasa.
Kalau kamu ingin tahu perbandingan lengkapnya, kamu bisa baca artikel tentang air minum alkaline.
Jadi, perlukah minum air minum alkaline saat puasa? Jawabannya adalah tidak begitu perlu, kamu cukup fokus pada kecukupan cairan dan pola minum yang benar. Air minum alkaline bukan kewajiban, tapi bisa menjadi pilihan alternatif sesuai kebutuhan dan kenyamanan tubuhmu.
Untuk mendukung hidrasi dari sahur sampai malam, kamu bisa memilih air minum dari Cheers yang diproses dengan standar kualitas air minum dalam kemasan praktis, aman, dan nyaman dikonsumsi setiap hari.
Kalau kamu sendiri, lebih gampang minum banyak pakai air mineral biasa atau air minum alkaline saat puasa?
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

