Tak Cukup Minta Maaf, Aktivis Desak Bupati Pecat Fenny Apridawati Sebagai Sekda Sidoarjo

Jurnalis: Muhammad Ody
Kabarbaru, Sidoarjo – Kritik keras kembali dilontarkan aktivis Sidoarjo, M. Haidar , terkait polemik kegiatan buka puasa bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang viral di media sosial. Ia menilai permintaan maaf Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Fenny Apridawati, tidak cukup untuk meredam kemarahan masyarakat.
Menurut Haidar, acara buka puasa bersama yang disebut sebagai forum koordinasi itu justru memperlihatkan gaya hidup pejabat yang terkesan mewah dan tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi warga.
“Publik melihat sendiri bagaimana kemewahan acara itu. Bukannya menunjukkan empati di bulan Ramadan, yang muncul justru kesan pesta mewah ala Bollywood. Ini jelas menyakiti perasaan masyarakat,” tegas Haidar.
Ia juga menyindir sikap Bupati Sidoarjo yang dinilai tidak menunjukkan ketegasan dalam menyikapi polemik tersebut. Menurutnya, kepala daerah seharusnya bertanggung jawab atas perilaku pejabat di lingkup pemerintahannya.
“Bupati Sidoarjo jangan pura-pura tidak tahu. Ini sudah menjadi kegaduhan publik. Kalau dibiarkan, citra pemerintah daerah akan semakin hancur. Jangan sampai masyarakat menilai bupati tidak punya keberanian menertibkan pejabatnya sendiri,” ujarnya.
Haidar bahkan secara tegas meminta Bupati Sidoarjo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Sekda. Ia menilai permintaan maaf yang disampaikan Fenny Apridawati terlalu ringan dibanding dampak yang sudah terlanjur meluas di masyarakat.
“Sekda sudah merusak citra Sidoarjo. Tidak cukup hanya minta maaf. Bupati harus mengevaluasi secara serius, bahkan bila perlu mencopot Fenny dari jabatannya agar ada pertanggungjawaban yang jelas,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kemarahan publik saat ini bukan sekadar soal acara buka puasa bersama, tetapi soal sikap pejabat yang dinilai tidak peka terhadap situasi masyarakat.
“Rakyat sedang menghadapi tekanan ekonomi, sementara pejabat mempertontonkan kemewahan. Wajar kalau masyarakat marah. Jangan anggap remeh kemarahan publik ini,” pungkas Lukman.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

